oleh

Amiruddin Yahya: #2019 Ganti Presiden Bukan Fiksi

-Aceh-19 views

PENANEGERI, Langsa – Statement atau baju bertuliskan #2019 Ganti Presiden bukan fiksi, tetapi realitas yakni agenda lima tahunan bahkan di masa lalu juga seperti itu, kerena hal ini diatur dalam konstitusi, kecuali ada situasi yang anomali. Justru akan merefresh ingatan publik bahwa ada Pemilu di tahun 2019.

“#2019 Ganti Presiden bukan fiksi, tetapi realitas. Realitas berbeda dengan fiksi. Sebab, fiksi bermakna fiktif dan kualitas kebenaran itu hampir mendekati nol atau zero,” sebut Dosen IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Dr Amiruddin Yahya, kepada Penanegeri.com, Minggu (6/5).

Selain itu, #2019 Ganti Presiden, merupakan kata-kata natural, karena pesta demokrasi Pilpres itu setiap lima tahun dan agenda transisi kekuasaan akan ada, karena sesuai konstitusi negara.

Lagi pula, penyelenggara even demokrasi sudah menetapkan 2019 Pemilu, artinya 2019 agenda transisi kekuasaan, baik pergantian Presiden maupun anggota legislatif.

Kata-kata #2019 Ganti Presiden, menurutnya, tidak perlu di sikapi reaksioner kerena tahun itu memang ganti presiden, terlepas Presiden sebelumnya terpilih lagi, jika dirinya mencalonkan dan terdaftar sebagai calon presiden. Kalaupun Presiden sebelumnya terpilih lagi, maka akan dilantik lagi. Artinya, siapapun yang terpilih harus dilantik menjadi Presiden berikutnya dan ada masa tugasnya.

Lanjutnya, event Demokrasi 2019 harus disikapi oleh setiap bakal calon,  yang akan maju sebagai calon Presiden termasuk rakyat untuk berpikir rasional dan objektif dalam menentukan Presiden kedepan.

“Jadi, sangat wajar bakal calon atau calon (kandidat) akan merespon hal itu, karena mereka harus mempersiapkan banyak hal, diantaranya harus terdaftar sebagai calon, baik mempersiapkan partai, strategi maupun dukungan konstituen,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru