oleh

Andrea Dovizioso Kritik Manuver Marquez

PENANEGERI, Moto GP – Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, melontarkan kritik terhadap gaya berkendara agresif Marc Marquez yang hampir membatalkan kemenangannya di Grand Prix Austria, Minggu (13/8) lalu.

Dovizioso dan Marquez dalam pertarungan sengit untuk meraih kemenangan di lintasan Red Bull Ring, dengan Dovizioso pada saat tujuh lap tersisa. Keduanya melaju kencang saat mereka memasuki lap terakhir di tikungan, dengan Marquez mencoba bergerak melebar sebelum menikung tajam dan nyaris mengungguli posisi Dovi, dimana hal tersebut menjadi sebab pembalap Italia itu menunjukkan ketidaksenangan dari lawannya.

“Untuk menang di tikungan terakhir selalu berbeda dan spesial dengan Marc, karena dia sangat hebat dalam pertarungan sengit semacam itu. Tapi saya memiliki perasaan aneh di tikungan terakhir, saya lebih marah dari pada bahagia karena dia mencoba menyalip saya dengan cara begitu menyulitkan, bahkan berisiko besar,” kritik Dovizioso dikutip dari Motorsport.com, Senin (14/8).

“Saya menghindar dan melaju secara naluriah, karena itu bukan sebuah sudut untuk mencoba menyalip pengendara lain. Tapi saya tahu betul dan semua orang sangat mengenal Marc, dan saya berhasil mengatasi tikungan terakhir,” tegasnya.

Dovizioso yang kini berada di urutan kedua klasemen sementara, 16 poin di belakang Marquez mengatakan, bahwa ia bisa mendengar suara mesin Marquez melalui tikungan terakhir, yang memungkinkannya untuk mengantisipasi langkah tersebut.

“Putaran terakhir sangat sulit bagi saya, karena saya kehilangan banyak hal di dua tikungan ke kiri, dan mudah baginya untuk menyusul saya. Saya tidak tahu dia tidak terlalu dekat, jadi saya menutup celah dan dia bisa mengejar saya lagi. Dia sempat mencoba di dua tikungan terakhir, tapi tikungan sebelum terakhir saya mengerem sangat lambat dan itu benar-benar menyulitkan pergerakannya,” timpalnya.

“Awalnya, saya tidak berharap dia akan menyusul saya karena tidak ada tempat di sana, tidak ada kondisi yang pas untuk melakukan pengereman. Tapi saya mendengar mesinnya dan membuka celah di depan saya karena dia menyiapkan sudut lebih baik dari saya, jadi saya tahu dia ingin mencoba menyalip. Jadi saya membiarkan celah terbuka untuk menambah kecepatan lebih tepat,” pungkas Dovi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *