oleh

Anggota DPR RI Asal Aceh, Ruslan M Daud Ikuti Sekolah Legislator

PENANEGERI, Bireuen – Sebelum prosesi pelantikan sebagai Anggota DPR RI bulan Oktober mendatang, H Ruslan M Daud dan seluruh Anggota DPR RI dari PKB mengikuti Sekolah Legislator, di Wisma DPR Cikopo Bogor.

Sekolah Legislator itu berlangsung selama enam hari, mulai 27 Juli sampai 1 Agustus mendatang, sebagai pembekalan  selama duduk di kursi parlemen nantinya.

“Pembekalan ini sangat penting selama di parlemen sehingga bisa melakukan berbagai terobosan demi memperjuangkan kepentingan rakyat banyak, khususnya Aceh,” kata M. Daud kepada Penanegeri.com melalui WhatsApp, Minggu (28/7).

Dijelaskan, selama kegiatan tersebut berlangsung, pihaknya akan dibekali pendidikan untuk menjalankan mandat rakyat sesuai garis perjuangan PKB. Disamping itu, diamanahkan guna menjalankan Mabda’ Siyasi (garis perjuangan PKB) yang memperjuangkan kaum mustad’afin.

Diakui Ruslan, sebagai wakil rakyat dari Dapil Aceh II (Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang), Ia mengaku  akan terus berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat di Senayan.

“Saya juga memohon doa, dukungan agar dapat menjalankan tugas legislator ini dengan penuh amanah. Tanggungjawab ini tentunya bukan pekerjaan mudah. Apa lagi saya masih  membutuhkan dukungan dari masyarakat demi kepentingan kita bersama yang lebih baik kedepan,” pinta  mantan Bupati Bireuen periode 2012-2017 ini.

Baca Juga  Proyek di Bireuen Belum Juga Ditender

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB, A Muhaimin Iskandar alias Cek Imin dalam sambutannya ketika membuka Sekolah Legislator, Sabtu (27/7) kemarin, diakui Ruslan, tetap menginstruksikan untuk 58 Anggota DPR RI terpilih dari PKB harus mampu melahirkan karya terbaik untuk bangsa Indonesia.

“Untuk lima tahun ke depan, maka bekerjalah dengan produktif sehingga akan menghasilkan karya terbaik demi kemajuan bangsa Indonesia,” harap Cak Imin.

Dibagian lain, Cak Imin juga menegaskan,  dengan kehadiran Fraksi PKB di DPR RI sangat dibutuhkan, apalagi sudah tercatat dalam sejarah, berhasil menggolkan kebijakan 20 persen di dunia pendidikan.

“Kondisi itu merupakan inisiasi PKB, Alhamdulillah pendidikan kita saat semakin membaik,  teramsuk RUU Pesantren dan Madrasah,  berhasil melahirkan UU Desa,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru