oleh

Anggota DPRK Bireuen Tolak Wacana Pemindahan TPA ke Cot Batee Geulungku

PENANEGERI, Bireuen – Wacana pemindahan lokasi Tempat Pembungan Akhir (TPA) sampah dari Blang Beururu, Peudada ke Cot Batee Geulungku, Simpang Mamplam, Kabupaten  Bireuen ditolak anggota dewan Dapil IV, Suhaimi Hamid S.Sos.

Menurut Suhaimi Hamid, dirinya mewakili masyarakat Simpang Mamplam merasa keberatan, apabila TPA harus ditempatkan di kawasan Cot Batee Geulungku.

“Mestinya Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen mencari solusi lain terkait lokasi, termasuk harus adanya inovasi pengolahan sampah yang ada di Bireuen. Bukan sebaliknya memindahkan lokasi TPAnya,” ujarnya.

Penolakan TPA ke Cot Batee Geulungku, sambung Suhaimi, jangkauannya sangat jauh dari Kota Bireuen, dan ini dapat menguras biaya operasional truk pengangkut sampah dari Gandapura ke Batee Geulungku.

Diakuinya, kawasan Cot Batee Geulungku salah satu Tata Ruang Bireuen, dan merupakan kawasan industri yang telah lama lahir, guna pengembangan ekonomi masyarakat.

Di Batee Geulungku sendiri kini sudah lahirnya sektor pedagang kecil, dan merupakan warga sekitar kawasan itu. Ini tentu dapat menganggu, apabila sampah dibuang ke kawasan tersebut.

Baca Juga  Hujan Es Guyur Aceh Tengah, Ini Kata BMKG

“Bila dibangunnya TPA di kawasan Cot Batee Geulungku, maka putaran ekonomi pedagang  kecil ini akan hilang, selain akan timbul lalat, kehadiran TPA juga tetap akan menabur bau dan ini kurang nyaman bagi warga yang ingin singgah,” tandas Suhaimi Hamid yang akrab disapa Abu Suhai ini.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali merencanakan pemindahan lokasi Tempat Pembungan Akhir (TPA) sampah ke Cot Batee Geulungku, Simpang Mamplam kabupaten setempat.

Untuk lokasi baru, di kawasan Cot Batee Geulungku, Simpang Mamplam telah dilakukan peninjauan. Tahap awal segera dilakukan pembebasan lahan seluas 15 hektar.

Komentar

Berita Terbaru