oleh

Anggota Kodim Bireuen ini Mampu Kuasai Tujuh Bahasa Asing

PENANEGERIBireuen – Jika hanya mengusai satu bahasa asing seperti bahasa Inggris atau bahasa lainnya, itu mungkin biasa kita temui di jaman sekarang.

Namun, Kopral Dua (Kopda) Hardius Rusman (34) personel dari Kodim 0111/Bireuen ini menguasai tujuh bahasa asing diantaranya bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugis, Italia serta bahasa Belanda.

Lelaki tamatan SMA dan kini menjadi anggota TNI AD berpangkat kopral ini begitu mahir dan lancar dengan tujuh bahasa yang sulit dikuasi orang lain.

Menurut Hardius Rusma, selama ini ia belajar tujuh bahasa asing itu melalui media sosial (medsos), seperti Google Translate, Facebook, WhatsApp, Messenger dan jejaring sosial lainnya yang dianggap bermanfaat untuk sebuah pendidikan.

Hampir saban hari, Kopda Hardius Rusman ini berbicara dengan berbagai temannya di luar negeri, menggunakan bahasa sesuai negara asal temannya, tak kecuali rekannya di media sosial serta telepon saluler miliknya.

Bahkan, di warung-warung maupun di kafe seraya menikmati secangkir kopi, usai pulang tugas, diriny kerap disangka “aneh” sebab dibagian pojok warung kopi Hardius Rusman terus berbicara sendiri dengan berbagai bahasa.

“Kalau sekarang saya sudah menguasai tujuh bahasa asing, baik bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugis, Italia dan Bahasa Belanda,” ucapnya bangga kepada Penanegeri.com, Rabu (5/12).

Jangan heran, bila anda sempat duduk di warng kopi di Bireuen dan melihat Kopda Hardius Rusman berbicara dengan bahasa Spanyol, artinya ia sedang berbicara dengan temannya dari negara Spanyol yang dikenalnya melalui dunia maya, begitu juga dengan bahasa asing lainnya.

“Hingga saat ini saya sebenarnya belum pernah bertugas ke luar negeri, bahkan tidak pernah jalan-jalan ke luar negeri, saya hanya berselancar lewat dunia maya dengan sejumlah bahasa asing,” ujarnya.

Diakui Hardius Rusman, dirinya memang hampir tiap hari menyempatkan diri berbicara sekitar tiga puluh menit dengan teman-teman dari berbagai negara secara bergantian, dan tetap dengan tujuh bahasa asing yang sudah dikuasainya.

“Selama ini saya mempelajari bahasa asing ini bukan secara formal atau melalui pendidikan khusus. Tapi saya belajar secara otodidak (belajar sendiri) melalui medsos, ternyata lebih cepat saya kuasi dan mudah dicerna,” tandasnya penuh rasa syukur.

Komentar

Berita Terbaru