oleh

Anggota TNI Dianiaya dan Disekap Preman

PENANEGERI, Medan – Anggota TNI Yonif 111 Praka Bambang dianiaya dan disekap sejumlah preman Pajak Palapa Brayan, Minggu (1/3).

Informasinya, anggota TNI dianiaya dan disekap preman berawal ketika Praka Bambang yang sedang cuti dinas menurunkan ayam dari kendaraannya di Pajak Palapa, Medan.

Praka Bambang diketahui memiliki usaha ayam potong bersama keluarganya.

Saat menurunkan ayam dari kendaraan, datang seorang preman bernama Aban meminta uang preman.

Praka Bambang sudah mengatakan agar bersabar.

Bahkan Bambang juga mengatakan dirinya anggota TNI.

Namun hal itu diacuhkan Aban dan seolah tidak perduli.

Aban bahkan memanjat kendaraan Bambang dan merampas ayam tersebut.

Lalu terjadilah adu mulut dan Aban dipukuli dan diikat oleh Praka Bambang.

Tak berapa lama, kawanan preman Pajak Palapa Brayan salah satunya bernama Yusuf minta agar rekannya Aban dilepaskan.

Setelah dilepaskan, Aban tak terima dan membawa kawan-kawannya untuk memukuli dan mengeroyok Praka Bambang hingga cedera.

Bahkan Praka Bambang ditahan sekumpulan preman di Pajak Palapa Brayan.

Melihat kejadian itu, pihak keluarga TNI tersebut menghubungi Polsek Medan Barat.

Begitu aparat Polsek Medan Barat tiba di Pajak Palapa Brayan, sekumpulan preman yang menganiaya Praka Bambang kabur melarikan diri.

Hingga saat ini, kasus penganiayaan bersama-sama tersebut sedang ditangani Polsek Medan Barat.

Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

“Masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan,” kata Kompol Afdhal.

Bukan Yang Pertama

Insiden penganiayaan ini bukan yang pertama. Tahun lalu, Prajurit TNI yang bertugas di Batalion Zipur, Pratu Muhammad Iqbal dianiaya preman Pasar Sukaramai, Kota Medan.

Kejadian tersebut berawal saat Pratu Iqbal hendak berbelanja ke Pasar Sukaramai. Tiba-tiba, dia dipukul linggis oleh pelaku.

Usai memukul Iqbal, pelaku kemudian melarikan diri. Iqbal yang kepalanya berdarah lantas melaporkan kejadian itu ke polisi.

Penangkapan tersebut diwarnai kericuhan karena rekan korban yang datang ke lokasi hendak menghakimi pelaku. Beruntung petugas bergerak cepat dan selanjutnya membawa pelaku ke Mapolsek Medan Area.
(*/Waspada/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *