oleh

Angka Kemiskinan Tinggi, FPRM Nilai Pemerintah Aceh tidak Mampu Kelola SDA

-Aceh-70 views

PENANEGERI, Langsa – Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) menilai bahwa salah satu faktor masih tingginya angka kemiskinan, disebabkan ketidakmampuan Pemerintah Aceh mengelola sumber daya alam (SDA).

Padahal cukup banyak yang bisa dikelola sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Salah satu contoh yang bisa dilakukan Pemerintah Aceh adalah dengan membuat regulasi hasil bahan mentah dari sawit untuk di kelola menjadi bahan jadi di Aceh.

“Jangan sampai Aceh menjadi sebuah daerah penghasil bahan mentah dan hasilnya di angkut ke Sumatera Utara”, sebut Ketua FPRM Nasruddin kepada Penanegeri.com, Rabu (20/11).

Menurutnya, saat ini yang terjadi dengan limbah semuanya diangkut ke luar Aceh, padahal jika Pemerintah Aceh mendirikan sebuah pabrik minyak goreng mini di Aceh, maka berapa banyak sudah menekan biaya produksi.

Selain itu juga banyak tenaga kerja lokal Aceh bisa terserap kalau saja Pemerintah Aceh mau menganggarkan pembuatan pabrik minyak goreng mini tersebut.

Sementara kita ketahui, bahwa limbah sawitpun harus dibawa ke Medan, setelah itu baru di ekspor ke negara ketiga. Padahal pelabuhan di Aceh sudah ada izin resmi untuk melakukan Ekspor dan impor.

Baca Juga  Mahasiswa Kritik Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara

“Jangan sampai masyarakat menganggap pejabat di Aceh hanya pandai menganggarkan uang untuk pembelian mobil, sehingga terkesan hanya untuk kemewahan saja. Seharusnya berpikir bagaimana mensejahterakan rakyatnya dengan membuka peluang lapangan kerja,” cetus Nasrudin.

Apalagi, katanya, dana Otsus di Aceh sangat besar, maka dari itu kita juga menaruh harapan besar pada DPR Aceh yang baru untuk benar-benar membahas anggaran untuk kepentingan masyarakat.

Lanjutnya, kita bisa lihat bersama begitu banyak pabrik kelapa sawit di Aceh hanya bisa menghasilkan CPO lalu dibawa ke Medan.

Untuk itu, kita berharap DPR dan Pemerintah Aceh agar segera membuat regulasi yang sangat penting bagi pembangunan Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” pungkas Nasrudin.

Komentar

Berita Terbaru