oleh

Angkut 13 Ton Bawang Merah, KM Doa Ibu Ditangkap Bea Cukai

PENANEGERI, Langsa – Petugas operasi gabungan yang terdiri dari Bea dan Cukai Kanwil Aceh, Kanwil Sumatera Utara, Kanwil Tanjung Balai Karimun dan KPPBC Kuala Langsa, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bawang merah dengan berat 13 ton yang diangkut KM Doa Ibu GT 15 NO 103/QQD, berbendera Indonesia, diperairan Aceh Tamiang, Sabtu (17/11) sekitar pukul 19.30 WIB.

“Bawang merah itu dibawa dari Malaysia dengan tujuan ke Desa Teluk Kemiri, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,” sebut Kepala Seksi Penyidikan Bea Cukai Kanwil Aceh, Krisnawan Sigit kepada Penanegeri.com, Minggu (18/11).

Ia menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi intelijen akan ada penyelundupan bawang merah yang diangkut menggunakan KM Doa Ibu GT 15 No 103/QQD dari Malaysia. Berdasarkan informasi itu, tim melakukan operasi gabungan terkoordinasi Kastima diperairan Aceh Tamiang, menggunakan kapal patroli BC 30004 dan BC 20004 hingga melihat serta mencurigai KM Doa Ibu GT 15 NO 103/QQD.

Atas kecurigaan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang dan dokumen pelindung KM Doa Ibu GT 15 NO 103/QQD. Pada saat dilakukan pemeriksaan, ternyata kedapatan kapal tersebut mengangkut barang berupa bawang merah tanpa dokumen pelindung pengangkutan/dokumen impor.

Baca Juga  Bea Cukai Langsa Kembali Gagalkan Penyelundupan 30 Ton Bawang Merah Ilegal

Selanjutnya, terhadap kapal tersebut dan 5 orang ABK serta barang yang diangkut diamankan di KPPBC Kuala Langsa untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelundupan itu, sambung Krisnawan Sigit, melanggar Undang-Undang Nomor : 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 pasal 102 huruf a yang berbunyi, setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest, dipidana karena melakukan penyelundupan dibidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000 (Lima Miliar Rupiah).

“Tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan kepada penyidik Kanwil DJBC Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, ke 5 ABK tersebut masing – masing, Ms (44) dan Ma (38) merupakan warga Kota Langsa sedangkan Hel (27), Kam (45) dan Her (27) tercatat sebagai warga Halban. Untuk pemilik kapal disebut-sebut berinisial J merupakan warga Aceh Tamiang.

Komentar

Berita Terbaru