oleh

Aniaya Anak Tiri, Polres Bireuen Tetapkan Seorang IRT sebagai Tersangka

PENANEGERI, Bireuen – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskim Polres Bireuen resmi menetapkan YL (38) sebagai tersangka karena diduga kuat melakukan penganiayaan anak tirinya, Kamis (6/2).

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK didampingi Kanit PPA, Bripka Eka Satria kepada wartawan mengatakan, usai dilakukan pemeriksaan dan keterangan saksi, dikuatkan dengan visum serta hasil psikologi korban, akhirnya YL resmi kita tetapkan menjadi tersangka.

Menurut Dimmas, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap YL terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap anak tirinya, Ath (9) di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen dan sempat viral di media sosial beberapa bulan lalu.

“YL ini diperiksa setelah ibu kandung korban Ww (32) yang kini menetap di Aceh Tenggara membuat laporan ke SPKT Polres Bireuen Nomor : LP.B/02/I/RES.1.6/2020. pada tanggal 11 januari 2020,” katanya.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, YL tidak ditahan dan yang bersangkutan diharuskan wajib melapor setiap hari Senin dan Kamis selama proses hukum berjalan, hingga sampai dengan kasus tersebut dilimpahkan pihak Kejaksaan Negeri Bireuen.

Baca Juga  Maling Sikat Sejumlah Sepmor Warga di Tanah Luas

Hal ini, sambung Kasat reskrim, dilakukan setelah kuasa hukum tersangka YL meminta permohonan agar yang bersangkutan tidak ditahan.

“Tersangka YL ini sendiri sangat kooperatif selama proses pemeriksaan serta saat dimintai keterangan selama proses penyelidikan dilakukan oleh Unit PPA Polres Bireuen,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, tiga anak perempuan asal Kutacane, Aceh Tenggara yang ikut pindah ke Bireuen mengaku kerap mendapat siksaan dari ibu tirinya YL yang tinggal, di Desa Geulumpang Payong, Jeumpa, Bireuen.

Sementara ayah kandung ketiga anak tersebut, Ahz awalnya membantah keras pernyataan itu. Bahkan, Ahz bersumpah bahwa tuduhan itu tidak benar serta akan melaporkan ibu kandung ketiga bocah perempuan itu ke polisi lantaran menghasut anak-anaknya.

Disamping Ata, dua adik kembarnya Ds dan Da (5), murid TK di Geulumpang Payong  juga mengalami nasib yang sama dan sering dianiaya ibu tirinya.

Sebelum kejadian itu, ayah kandung mereka, Ahz memboyong ketiga anaknya ke Bireuen setelah bercerai dengan istri pertamanya, Ww. Lalu Ahz yang menikah dengan YL dan  berinisiatif untuk mengasuh anaknya.

Baca Juga  Rosita, Gadis Cilik Asal Aceh Tangah yang Terlunta di Bireuen Kini Diasuh Keluarganya

Tapi sayang, ketiga anak perempuan tersebut malah mendapat perlakuan kasar serta kerap disiksa oleh YL, tak lain ibu tiri mereka di kawasan Kompleks PU Bireuen, Desa Glumpang Payong, Jeumpa, Bireuen.

Komentar

Berita Terbaru