oleh

APD Tak Memadai, Tenaga Medis di Bireuen Cemas

PENANEGERI, Bireuen – Hingga memasuki hari ke delapan, penetapan status darurat Covid-19 di Indonesia, tenaga medis (petugas kesehatan) di Kabupaten Bireuen ikut cemas. Pasalnya, hingga saat ini Dinas Kesahatan Bireuen belum memiliki alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Sementara informasi lain di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, alat pelindung diri untuk petugas kesehatan baru tersedia beberapa unit, dan belum juga memadai dibandingkan dengan kondisi status darurat Covid -19.

Ketidaktersediannya APD bagi petugas kesehatan di Bireuen terungkap dalam rapat koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Pembangunan Covid-19 yang ikut melibatkan Forkopimda Bireuen dan instansi terkait, di Ofroom kantor Pemerintahan Cot Gapu, Bireuen, Jumat (27/3) sore.

Usai dipaparkan berbagai persoalan, Plt Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH, M.Si sempat mempertanyakan kesiapan Dinas Kesehatan serta Rumah Sakit Umum Daerah Bireuen terhadap kelengkapan dalam menangani persoalan virus Corona.

Plt Kepala Dinas Kesehtan Bireuen, dr Irwan menjelaskan, sejauh ini kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga kesehatan belum memadai, termasuk masker.

“APD-nya juga kurang, untuk masker saja harus dijahit sendiri untuk melengkapi keterbatasannya masker saat ini,” kata dr Irwan sambil membetulkan makser dibagian wajahnya.

Dijelaskan Plt Dinkes Bireuen, APD-nya masih harus menunggu dari Jakarta, dan pihaknya juga melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait penyediaan masker, namun belum ada kejelasan.

Tak hanya di Dinkes, persoalan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen untuk penanganan kusus pasien virus corona juga sangat minim.

Hal itu dipaparkan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes. Menurutnya, hingga saat ini untuk baju APD petugas yang menangani pasien Civid-19 di Bireuen baru tersedia enam, itupun bantuan dari pusat melalui Provinsi.

“Tapi kalau yang lainnya, seperti peti khusus serta petugas serta ruangan penanganan itu sudah kita sediakan, termasuk lokasi kuburan khusus untuk kasus tersebut,” pungkasnya.

Selain Plt Bupati Bireuen, rapat tersebut turut dihadiri Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Bireuen juga sejumlah kepala dinas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur lain.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *