oleh

APK Dirusak, Sejumlah Caleg di Lhoksukon Lapor Ke Panwaslihcam

-Aceh, Politik-104 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Sejumlah calon legislatif DPRK dan DPRA dari berbagai partai, membuat laporan secara resmi ke Panitia Pengawas Pemlih Kecamatan (Panwaslihcam) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara atas kasus kerusakan spanduk dan baliho (APK) milik mereka, Senin (11/3).

Sulaiman, salah seorang Caleg DPRA dari Partai Demokrat yang ditemui wartawan di kantor Panwaslihcam tersebut mengaku sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi. Kata dia, beberapa spanduk dan baliho miliknya juga ikut dirusak oleh lawan politik.

“Yang punya kita (dirusak) ada dua, baliho. Saya selaku caleg dan sekaligus Pj Ketua DPAC Demokrat Lhoksukom berharap masalah ini serius untuk diselesaikan agar ada efek jera kepada pelaku dan tidak terjadi oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab,” kata mantan Geuchik Alue Buket tersebut.

Permasalahan itu, lanjut Sulaiman, juga sudah dilaporkan secara resmi ke DPC Demokrat Kabupaten Aceh Utara dan juga ke Polsek Lhoksukon. Namun saat dilaporkan ke Polsek, kasus ini diarahkan untuk ditindak oleh Panwaslihcam.

Baca Juga  TNI di Aceh Asah Kemampuan Prajuritnya

“Kita selaku pengurus partai, tentunya juga punya massa, punya simpatisan dan punya satgas. Kita selaku mengarahkan mereka agar tidak merusak baliho maupun atribut milik partai lain, parlok maupun parnas,” ujar Sulaiman.

Turut hadir beberapa caleg dan pengurus partai lokal dan partai nasional saat pelaporan kerusakan alat peraga kampanye (APK) tersebut. Di antaranya ada caleg Partai Golkar, pengurus Partai SIRA (partai lokal) dan beberapa lainnya.

Ketua Panwaslihcam Lhoksukon Fauzizan ST membenarkan bahwa para caleg tersebut sudah membuat laporan secara resmi pada dirinya, seperti Partai Hanura dan Golkar, Demokrat dan Nasdem. Laporan itu saat ini sedang dalam proses dan serah terima beberapa bukti juga sudah dilakukan.

“Selanjutnya baru proses ke tahap penyelesaian masalah. Masalah seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Ini yang ketiga kejadian kalau dalam skala besar. Ini yang kedapatan (pelakunya). Kalau pada laporan-laporan sebelumnya, pelakunya OTK. Ini dikenali oleh pelapor,” ujar Fauzizan.

Komentar

Berita Terbaru