oleh

Arab Saudi : Daftar Tuntutan Permintaan pada Qatar tidak dapat Dinegosiasikan

PENANEGERI, Desk Internasional- Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan tidak akan ada negosiasi mengenai daftar tuntutan yang akan diberikan kerajaan Arab Saudi dan sekutunya kepada Qatar untuk mengakhiri krisis blokade terhadap Qatar.

Doha (Qatar) harus ‘mengubah perilakunya’ atau ‘tetap terisolasi’, kata menteri luar negeri Riyadh Adel al-Jubeir.

Ditanya oleh wartawan saat berkunjung ke Amerika Serikat pada hari Selasa, apakah tuntutan tersebut tidak dapat dinegosiasikan, Jubeir mengatakan: “Ya”.

“Kami membuat keputusan kami, kami mengambil langkah kami dan terserah kepada Qatar untuk mengubah perilaku mereka dan begitu mereka melakukannya, semuanya akan berhasil, tapi jika mereka tidak akan tetap terisolasi,” kata Menlu Adel al-Jubeir, yang berada di Washington,  DC.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menjatuhkan sanksi kepada negara tersebut pada 5 Juni, menuduhnya mendukung “terorisme”.

Keempat negara Arab tersebut belum memberikan bukti apapun atas klaim mereka, sementara Qatar telah berulang kali menolak tuduhan tersebut.

Setelah lebih dari dua minggu, blok yang dipimpin Saudi mengeluarkan daftar permintaan 13 poin pada hari Kamis lalu dalam syarat untuk mengakhiri tindakan anti-Qatar dan memberikan batas waktu 10 hari agar tuntutan itu dipenuhi Qatar.

Tuntutan tersebut meliputi, antara lain, bahwa Qatar menutup jaringan media Al Jazeera, menutup sebuah pangkalan militer Turki dan menurunkan/mengurangi hubungan dengan Iran.

Pejabat Qatar segera menepis tuntutan Tersebut

“Daftar tuntutan ini mengkonfirmasikan apa yang Qatar katakan sejak awal – blokade ilegal tidak ada hubungannya dengan pemberantasan terorisme, ini tentang membatasi kedaulatan Qatar, dan mengalihkan kebijakan luar negeri kita,” kata Sheikh Saif bin Ahmed Al Thani, direktur  Kantor komunikasi pemerintah Qatar, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Qatar juga mengatakan sedang meninjau tuntutan dan sedang menyiapkan tanggapan resmi.

Sementara Menlu (Secretary of State) Rex Tillerson,  telah mendesak adanya sebuah solusi diplomatik, dan AS telah mendorong agar daftar keluhan yang jelas yang “masuk akal dan dapat ditindaklanjuti”.

Mengomentari daftar tuntutan dari rombongan negara teluk terhadap Qatar yang dipimpin Saudi, Tillerson pada hari Minggu mengatakan beberapa tuntutan “akan sangat sulit bagi Qatar untuk memenuhi”.

Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa daftar tersebut mencakup “area penting yang memberikan dasar bagi dialog berkelanjutan yang mengarah pada sebuah resolusi”.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengecam tuntutan tersebut sebagai “melawan hukum internasional”, sementara Sigmar Gabriel, menteri luar negeri Jerman, menyebut mereka “sangat provokatif”.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Tillerson bertemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di departemen luar negeri AS pada hari Selasa untuk membahas krisis Teluk.

Heather Nauert, juru bicara State Department, baru-baru ini mendesak semua pihak negara-negara yang terkait krisis blokade terhadap Qatar untuk menyelesaikan perbedaan di antara mereka.

Nauert juga mempertanyakan apakah adanya dugaan dukungan Qatar terhadap “terorisme” adalah penyebab sebenarnya dari krisis blokade tersebut, atau apakah ada sengketa politik yang mendasarinya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *