oleh

Arab Saudi Izinkan Wanita untuk Mengemudi

PENANEGERI, Desk Internasional – Pihak Kerajaan Arab Saudi baru saja mengumumkan bahwa aturan yang melarang wanita mengemudi telah dicabut. Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Rabu (27/9) surat keputusan pencabutan larangan mengemudi sudah ditandatangani oleh Raja Salman. Dalam surat keputusan itu tertulis bahwa kaum wanita boleh mengemudi asalkan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Keputusan kerajaan Arab Saudi tersebut telah ditandatangani oleh Raja Salman, untuk itu Komite Tingkat Tinggi Arab Saudi kini sedang menyusun UU yang mengatur implementasi keputusan tersebut.

Komite akan segera mengeluarkan rekomendasi dalam 30 hari ke depan. Rencananya keputusan tersebut akan dilaksanakan antara tanggal 23 dan 24 Juni 2018, berdasarkan kalender Islam.

Arab Saudi telah mengumumkan bahwa sekarang akan memungkinkan perempuan untuk mengemudi.

Dalam sebuah keputusan kerajaan yang ditandatangani oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, perintah tersebut  akan segera berlaku, namun peluncurannya akan memakan waktu beberapa bulan kemudian kemudian, lapor kantor berita Saudi Press Agency pada hari Selasa (26/9).

Sebuah komite tingkat tinggi menteri telah dibentuk untuk memeriksa pengaturan untuk pelaksanaan perintah tersebut.

Keputusan tersebut mengatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk menyetir “sesuai dengan hukum Islam”.

Pengumuman tersebut menyusul perayaan Hari Raya Nasional Saudi selama akhir pekan, yang bertujuan untuk dorongan reformasi kerajaan tersebut, kata para analis, meskipun mendapat serangan balik dari kalangan konservatif religius.

Hal ini sesuai dengan rencana “Vision 2030” pemerintah Arab Saudi untuk reformasi sosial dan ekonomi saat kerajaan tersebut mempersiapkan era pasca-minyak.

Pada tahun 2016, Alwaleed bin Talal, seorang pangeran Saudi yang berpengaruh menyerukan bahwa ini adalah masalah tidak hanya hak, tapi juga kebutuhan ekonomi.

“Mencegah seorang wanita mengendarai mobil saat ini merupakan isu hak yang serupa dengan yang melarangnya menerima pendidikan atau memiliki identitas independen,” kata Alwaleed.

Dia juga merinci “biaya ekonomi” perempuan yang harus mengandalkan driver pribadi atau taksi, karena angkutan umum bukanlah alternatif yang layak di kerajaan.

Dengan menggunakan driver asing menghabiskan miliaran dolar dari ekonomi Saudi, Alwaleed mengatakan.

Dia menghitung bahwa keluarga menghabiskan rata-rata $ 1.000 sebulan untuk menggaji sopir, jumlah ini bisa dihemat untuk kebutuhan rumah tangga.

“Wanita yang boleh mengemudi telah menjadi tuntutan sosial yang mendesak yang didasarkan pada keadaan ekonomi saat ini,” kata sang pangeran. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *