oleh

Badan Geologi Pusat : Sejumlah Kecamatan di Bireuen Rawan Longsor

PENANEGERI, Bireuen – Sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen hingga sejauh ini masih dianggap rawan terhadap banjir, longsor serta ancaman tanah bergerak.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Sudirman ST, Minggu (3/11) melalui siaran pers dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi diterima pihaknya dalam dua hari ini.

Menurut Sudirman, diprediksi November hingga bulan Desember ini, hujan dengan intensitas tinggi diprediksi akan tetap menguyur wilayah Kabupaten Bireuen.

“Ada sejumlah kecamatan yang rawan longsor atau tanah bergerak serta rawan banjir. Terkait  kemungkinan adanya tanah longsor atau disebut tanah bergerak tersebut hasil pantauan badan geologi,” katanya.

Menindaklanjuti hal ini, BPBD Bireuen mengimbau masyarakat terutama yang mediami di daerahnya berpotensi terjadi pergeseran  tanah agar  tetap waspada terhadap kemungkinan tersebut.

“Kawasan yang dipredeksikan munculnya ancaman tanah bergerak umumnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), kawasan tebing serta perbukitan,” sebut Sudirman.

Diterangkannnya, data dan informasi dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana di Bireuen disebutkan ada dua kategori. Selain  tanah bergerak dengan kategori tinggi dan menengah.

Baca Juga  Saat Pencoblosan, Dua Kecamatan di Bireuen Kekurangan Surat Suara

Diterangkannya, untuk kategori tinggi  meliputi  kawasan Kecamatan  Gandapura, Kutablang, Makmur serta kawasan Peusangan Siblah Krueng.

“Kalau untuk kategori menengah dan tinggi  disebutkan, untuk wilayah Kecamatan  Jeumpa, Juli, Pandrah, Peudada, Peulimbang. Lalu  kawasan Peusangan  Selatan, Samalanga dan Kecamatan Simpang Mamplam,” jelas Sudirman.

Kecuali itu, untuk katagori menengah itu meliputi kawasan Kota Juang dan Kecamatan Peusangan. Sementara untuk kawasan titik paling rawan, dirilis akhir Oktober yakni desa-desa mana yang umumnya kawasan daerah aliran sungai (DAS), termasuk kawasan tebing dan perbukitan.

Begitu juga dengan potensi terjadinya tanah bergerak, itu  meliputi daerah yang berbatas dengan lembah, sungai dan tebing-tebing atau lereng perbukitan.

Kalau tentang potensi tanah longsor, lanjutnya, kemungkinan bisa terjadi di daerah-daerah pegunungan, sebagian kawasan pegunungan yang sudah gundul.

“Untuk mengantipasi hal ini, maka kita berharap masyarakat serta berbagai pihak untuk terus memantau cuaca yang saat ini memasuki musim hujan, dan tetap lebih waspada, apalagi bila sedang hujan deras,” pinta Sudirman.

Komentar

Berita Terbaru