oleh

Bahaya Terpaan Pornografi bagi Kesehatan Mental

PENANEGERI, Kesehatan – Akhir-akhir ini di bulan Oktober 2017, para warganet dihebohkan dengan kemunculan dua buah tema video mesum-porno yang seketika cepat menjadi viral. Pertama adalah viralnya video porno yang diduga dilakukan oleh siswi di Samarinda, dan yang kedua adalah warganet justru aktif memburu video porno dengan tag line mahasiswi di Depok.

Pertama, untuk kasus video mesum-porno di Samarinda yang diduga melibatkan siswa di salah satu SMA Negeri favorit di Samarinda itu, telah masuk laporannya di Kepolisian setempat sejak Senin (23/10) lalu.

Pada hari Kamis pagi tanggal (26/10), Satreskrim Polresta Samarinda telah melakukan pemeriksaan terhadap pria berinsial RA (18) yang merupakan pemeran pria dalam video mesum-porno tersebut.

“Beberapa hari yang lalu dia (RA) baru datang ke Samarinda, dan sejak pagi sudah datang ke Polres untuk kita mintai keterangan,” ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, Kamis (26/10) kepada wartawan.

Sedangkan si pemeran wanita, bernisial Na (18) masih berada di luar kota, dan sore ini (26/10) beberapa anggota kepolisian akan berangkat ke Jakarta, untuk melakukan pemeriksaan terhadap pemeran wanita.

Kemudian yang kedua adalah video mesum-porno yang ditengarai dilakukan oleh alumni Perguruan Tinggi terkemuka di Depok, juga tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Penanegeri.com tidak akan membahas video porno itu yang terlanjur viral dan diburu oleh warganet, namun bagaimana fenomena viral dengan demikian cepatnya ini menjangkiti masyarakat warganet bisa mempengaruhi kesehatan mental sebuah Bangsa (Nation). Apalagi katanya kita sekarang sedang giat-giatnya : Nation and Character Building (Pembangunan Karakter Bangsa).

Karena bahkan tidak sedikit warganet yang justru aktif ikut-ikutan memburu video porno yang trending topic di medsos ini hanya karena penasaran.

Jika kita sadar akan hukum maka jika kita menyebarkan video porno maka jelas kita melanggar hukum, dan jika kita sadar akan kesehatan mental maka inilah 7 (Tujuh)  hal yang harus kita ketahui bersama tentang bahaya resiko tayangan pornografi yang sangat mempengaruhi otak :

1. Bahan seksual eksplisit memicu neuron cermin (mirror neurons) di otak laki-laki. Neuron-neuron ini, yang terlibat dalam proses bagaimana meniru perilaku, mengandung sistem motor yang berkorelasi dengan perencanaan dari sebuah perilaku.

Dalam kasus menonton pornografi, sistem neuron cermin ini memicu gairah, yang menyebabkan ketegangan seksual dan kebutuhan akan jalan keluar. “Kenyataan yang tidak menguntungkan adalah bahwa ketika dia bertindak (sering dengan masturbasi), ini menyebabkan konsekuensi hormonal dan neurologis, yang dirancang untuk mengikatnya pada objek yang dia fokuskan,” kata William M. Struthers, associate professor of psychology di Wheaton College.

“Dengan demikian, pornografi memperbudak penonton terhadap sebuah gambar, membajak respons biologis yang dimaksudkan untuk mengikat seseorang dan oleh karena itu mau tidak mau melepaskan ikatan itu,” jelasnya.

2. Pada pria, ada lima bahan kimia utama yang terlibat dalam gairah seksual dan respons. Salah satu yang mungkin memainkan peran paling penting dalam kecanduan pornografi adalah dopamin. Dopamin memainkan peran utama dalam sistem otak yang bertanggung jawab atas pembelajaran berbasis pada imbalan kesenangan (pleasure).

Setiap jenis kesenangan (pleasure) yang telah dipelajari meningkatkan tingkat transmisi dopamin di otak, dan berbagai obat adiktif, termasuk stimulan seperti kokain, amfetamin, dan metamfetamin, bertindak langsung pada sistem dopamin.

Dopamin melonjak saat seseorang terkena rangsangan baru, terutama jika bersifat seksual, atau bila rangsangan lebih membangkitkan dari pada yang bisa diantisipasi.

Karena citra erotis memicu lebih banyak dopamin dari pada seks dengan pasangan yang sudah tidak asing lagi, paparan pornografi mengarah pada “kecanduan gairah” dan mengajarkan otak untuk lebih menyukai gambar, dan menjadi kurang puas dengan pasangan seksual di kehidupan nyata. Nah lho !

3. Mengapa pria mencari berbagai gambar seksual eksplisit baru dari pada merasa puas dengan yang sama? Alasannya dikaitkan dengan’ efek Coolidge’, yakni sebuah fenomena yang terlihat pada spesies dunia mamalia, dimana laki-laki (dan pada mamalia betina) menunjukkan minat seksual baru jika diperkenalkan pada pasangan seksual reseptif baru, bahkan setelah menolak seks dari pasangan seksual sebelumnya, biarpun tetap tersedia. Mekanisme neurologis ini adalah salah satu alasan utama kelimpahan dan kecanduan pornografi internet.

4. Pengoptimalan sirkuit penghargaan – seperti terjadi dengan lonjakan dopamin berulang terkait dengan melihat pornografi – menciptakan desensitisasi. Seperti yang Gary Wilson seorang pakar menjelaskan, “Ketika reseptor dopamin turun setelah terlalu banyak rangsangan, otak tidak merespons sebanyak itu, dan kita merasa kurang mendapat efek dari kesenangan. Hal itu mendorong kita untuk mencari lebih banyak lagi perasaan kepuasan – misalnya, dengan mencari rangsangan seksual yang lebih ekstrem, selalu memburu sesi porno yang lebih panjang, atau tampilan porno yang lebih sering – sehingga membuat otak semakin mati rasa.

5. “Kebiasaan psikologis, perilaku, dan emosional yang membentuk karakter seksual kita akan didasarkan pada keputusan yang kita buat,” kata William M. Struthers, associate professor of psychology di Wheaton College.

“Kapan pun urutan rangsangan dan respons diaktifkan, itu membentuk ingatan neurologis yang akan mempengaruhi pemrosesan dan respons di masa depan terhadap isyarat seksual. Seiring jalur ini menjadi aktif dan berjalan, ia menjadi rute pilihan – sebuah perjalanan mental – yang secara teratur mengikat. Konsekuensi dari ini jauh sekali.”

6. Apa yang membuat pornografi-mesum di medsos Internet unik? Wilson mengidentifikasi sejumlah alasan, termasuk: (1) porno Internet menawarkan hal yang baru; (2) Tidak seperti makanan dan obat-obatan, hampir tidak ada batasan fisik untuk konsumsi pornografi di internet; (3) Dengan pornografi internet, seseorang dapat meningkat dengan “mitra” baru dan dengan melihat genre baru dan tidak biasa; (4) Tidak seperti obat-obatan dan makanan, pornografi internet pada akhirnya tidak mengaktifkan sistem keengganan alami otak; dan (5) Pengguna usia muda belia mulai menonton film porno, maka  otak remaja adalah puncak produksi dopamin dan neuroplastisitasnya, sehingga sangat rentan terhadap kecanduan pornografi.

7. Keterpaparan banyak pria terhadap materi seksual eksplisit berkorelasi dengan kecemasan sosial, depresi, motivasi rendah, disfungsi ereksi, masalah konsentrasi, dan persepsi diri negatif dalam hal penampilan fisik dan fungsi seksual.

Jadi memang terpaan konten pornografi, yang justru malah menjadi viral oleh para warganet, bahkan jadi trending topic dan bahan buruan pencarian video itu saking penasarannya para warganet itu, menyedihkan, memilukan, dan sangatlah memprihatinkan, melanggar hukum dan membahayakan kesehatan mental pribadi dan Bangsa (Nation) sekaligus. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *