oleh

Banjir Bandang di Aceh Tenggara Sapu Belasan Rumah Warga

PENANEGERI, Aceh Tenggara – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, dikabarkan meluluh lantakkan pemukiman warga Dusun Lawe Mendrung, Kampung Natam Baru, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara (Agara) akibat dihantam banjir bandang, Jumat (30/11) sekira pukul 17.00 WIB.

Bahkan, belasan unit rumah warga yang hilang disapu banjir dan terbawa arus sungai yang bercampur lumpur serta potongan kayu.

Kepala Desa Natam Baru, Rudi, saat dihubungi Penanegeri.com melalui selulernya, Jumat (30/11) malam membenarkan kejadian tersebut.

“Sedikitnya ada 16 rumah warga rata dengan tanah, hanya tersisa pondasi saja, akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kampung Natam Baru,” tuturnya.

Dijelaskan, hujan deras selama satu jam yang melanda wilayah itu, mengakibatkan air sungai Lawe Mendrung  yang merupakan anak Sungai Alas meluap, tak pelak mengakibatkan banjir bandang datang hingga menghantam belasan rumah warga setempat.

Kendati demikian, peristiwa yang terjadi pada sore hari tadi, tidak menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah, dalam bencana ini tidak ada korban jiwa, kemungkinan terjadinya banjir bandang itu karena kondisi alam masih terang, sehingga warga masih bisa menyelamatkan diri. Akan tetapi, akses jalan ke Dusun Lawe Mendrung yang kondisi wilayahnya berada di atas perbukitan, saat ini lumpuh total. Jangankan kenderaan, berjalan kaki saja nyaris tidak bisa ditempuh,” papar Rudi.

Aceh Tenggara
(Penanegeri/Istimewa) : Kondisi banjir bandang yang menghantam pemukiman warga Dusun Lawe Mendrung, Desa Natam Baru, Kecamatan Badar, Agara, Jumat (30/11).

Namun saat ditanyakan bagaimana kondisi warga, Rudi menjelaskan, saat ini puluhan warga Dusun Lawe Mendrung terpaksa diungsikan ke daerah yang lebih aman, persisnya ke Dusun sebelah, tetapi, hingga beberapa jam pasca bencana, kondisi mereka mulai memprihatinkan.

“Bayangkan saja, hingga pukul 21.00 WIB ini, puluhan warga yang mengungsi nyaris tak mendapatkan makanan dan air bersih, sedangkan kondisi mereka hanya pakaian yang melekat dibadan saja yang tersisa,” kesalnya, seraya menambahkan, hingga kini bantuan tanggap bencana dari pihak terkait nyaris belum ada. Alhasil, puluhan warga yang mengungsi, hanya mengandalkan bantuan warga sekitar,” ungkapnya.

Seagai Kepala Desa, lanjut Rudi, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk segera memberikan kebutuhan para pengungsi ini.

“Pasalnya, jika kondisi seperti ini terus dipertahankan, dikhawatirkan berakibat lebih buruk,” pungkasnya.

Terkait hal itu, hingga berita ini ditayangkan, kepala BPBD Agara, Ramisin Selian, ketika dikonfirmasi Penanegeri.com melalui selulernya tidak aktif hanya bernada “sedang berada diluar jangkauan”.

Komentar

Berita Terbaru