oleh

Bantuan DD untuk Reusep Ara Jangka Tak Disalurkan

PENANEGERI, Bireuen – Akibat terjadinya konflik internal antara Keuchik dengan Tuha Peut Gampong, bantuan Dana Desa (DD) untuk Desa Reusep Ara, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen tidak dapat disalurkan oleh dinas terkait.

Hingga saat ini, dari 609 desa Kabupaten Bireuen hanya Desa Reusep Ara, Jangka yang belum disalurkan dana desa serta bantuan Alokasi Dana Gampong (ADG).

“Hanya tersisa satu desa lagi yang belum bisa disalurkan, yakni Desa Reusep Ara, Jangka karena ada persoalan yang saat ini sedang diselesaikan pimpinan,” kata Kabid Pemerintahan Pemukiman dan Gampong, DPMGP-KB Bireuen, Adnan Muhammad SPd, Jumat (20/12).

Sementara ada beberapa gampong lain yang sempat terkendala penyaluran DD seperti usulan dari Desa Tanjong Bungong, Matang Bangka, dan Meunasah Tambo, Kecamatan Jeunieb telah tertangani dalam dua hari belakangan ini.

“Tinggal Desa Reusep Ara, dan memang tidak bisa dilakukan penyaluran DD sama sekali, sebab ada permasalahan yang saat ini sedang harus diselesaikan oleh pimpinan,” terangnya.

Ditempat terpisah Kepala DPMGP-KB Bireuen, Bob Miswar S.STP, M.Si kepada wartawan menjelaskan, tahun 2019 untuk Desa Reusep Ara, Jangka mendapatkan kucuran dana bantuan DD sebesar Rp 744 juta lebih.

Baca Juga  HMI Dukung Pendirian Kanwil Kemenlu RI di Aceh

Selanjutnya bantuan ADG Rp 135 juta lebih, ditambah dengan bagi hasil pajak Rp 3, 32 juta, serta bagi hasil retribusi Rp 1 juta lebih dengan totalnya seluruhnya sebesar Rp 884.264.000.

“Sejatinya dana sebesar itu disalurkan tiga tahap. Namun tidak bisa disalurkan sama sekali, karena sejauh ini di desa tersebut terjadi konflik internal antara Keuchik dengan Tuha Peut Gampong,” ungkapnya.

Diterangkan Bob Mizwar, akibat terjadinya konflik internal tersebut, maka pembahasan Anggaran Pembangunan Belanja Gampong (APBG) tidak dapat dirampungkan.

“Ditambah audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang belum seluruhnya ditindaklanjuti oleh keuchik Reusep Ara. Terakhir tidak transparannya pengelolaan APBG oleh pemerintah gampong dengan perangkat gampong serta masyarakat,” ucapnya.

Disinggung upaya dan solusi yang sudah dilakukan, sambung Bob Miswar berdasarkan laporan dan keterangan, sudah berulangkali telah diupayakan dan dilakukan mediasi oleh Camat Jangka.

Terakhir, tambah Bob Mizwar mediasi juga telah dilakukan oleh DPMGP-KB sendiri, tapi belum ada kesimpulan dan masih buntu..

“Terakhir, mediasi ikut dilakukan oleh Sekdakab dan para asisten. Tapai belum ada satu kesimpulan, sehingga bantuan DD kali ini tidak bisa disalurkan dan saat ini proses mediasi dan penyelesaian dilakukan pimpinan daerah,” sebut Bob Miswar.

Komentar

Berita Terbaru