oleh

Bapak dan Anak Tewas di Rumah Diduga Akibat Sakit Jiwa dan Kelaparan

PENANEGERI, Madiun – Warga Dusun Krajan, Madiun, dikagetkan dengan penemuan jenazah seorang pria tua bernama Kuwat (78) bersama putrinya bernama Endah (45) (bapak dan anak) di dalam kamar di rumah mereka di desa Metesih, Madiun, Minggu (10/9).

Kedua jenazah itu ditemukan dalam keadaan membusuk di rumah mereka.

Jenazah ayah dan anak itu ditemukan warga dalam kondisi membusuk di rumahnya kawasan Madiun, Jawa Timur. Diduga ayah dan anak tersebut tewas karena kelaparan, karena juga ada kaitan dengan kondisi sakit Jiwa sang anak yakni Almarhumah Endah (45).

Seperti ditayangkan Patroli Siang Indosiar, Senin (11/9), warga Desa Metesih, Madiun, Jawa Timur, digemparkan dengan informasi penemuan jenazah ayah bernama Kuwat berusia 78 tahun dan anaknya Endah berusia 45 tahun yang telah membusuk di dalam rumahnya pada hari Minggu, (10/9).

Warga berdatangan untuk melihat kondisi jenazah dan ingin mengetahui penyebab keduanya tewas.

Jenazah kuwat dan Endah ditemukan di dalam dua kamar yang berbeda di rumah tersebut, menurut warga, keduanya tidak lagi terlihat sejak sebelum Hari Raya Idul Adha. Sejak saat itu kondisi rumah selalu terkunci rapat.

Kecurigaan warga mulai timbul saat tercium bau busuk dari dalam rumah Kuwat. Saat itu warga mulai bertanya ke anak Kuwat bernama Tutik yang juga tinggal di rumah tersebut, namun Tutik tidak mau menjawab dan melarang warga membuka pintu rumahnya.

Kapolsek Jiwan AKP Eko Sugeng Rendra Wicaksono kepada wartawan di lokasi menyatakan, Anggota Polisi dan Perangkat Desa sempat kesulitan masuk ke rumah tersebut. Hal tersebut lantaran dihalang-halangi anak Kuat lainnya, bernama Tutik.

Tutik dan Alm Endah diketahui mengidap gangguan jiwa.

“Mau masuk sempat kesulitan karena dihalangi oleh anak korban yang juga mengidap gangguan jiwa. Akhirnya dengan terpaksa kita mendobrak pintu yang terkunci,” jelas AKP Eko Sugeng.

Mengetahui hal tersebut, polisi langsung membawa jenazah keduanya ke RSUD Dokter Soedono Madiun. Sementara polisi kesulitan memeriksa Tutik karena ada masalah kejiwaan. Dugaan sementara Kuwat dan Endah meninggal dunia akibat sakit dan kelaparan.

Awalnya salah satu anaknya yang bernama Nuning datang ke rumah orang tuanya itu kaget mendapati bapak dan salah satu adiknya sudah tergeletak meninggal dunia.

Dan kondisinya sudah berbau busuk, dan langsung melapor ke Polsek.

Kapolsek Jiwan AKP Eko Sugeng menambahkan, saat ditemukan posisi dua jenazah berada di kamar yang berbeda. Jenazah Kuat terlentang di balai dekat kasur, sedangkan jenazah Endah berada di atas kasur. Keduanya sudah dalam keadaan membusuk.

Kedua jenazah yang sudah membusuk tersebut kemuisan dibawa ke rumah sakit Dr Soedono Madiun, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *