oleh

Barcelona Kutuk Kekerasan di Catalonia

PENANEGERI, Sepakbola – Barcelona mengamati “aksi mogok” pada hari Senin untuk mengutuk aksi kekerasan yang merusak referendum kemerdekaan pada hari Minggu di Catalonia.

Ratusan orang dikatakan terluka menyusul bentrokan antara polisi dan orang-orang yang mencoba untuk memilih apakah wilayah tersebut harus memisahkan diri dari Spanyol, dengan pemerintah pusat negara tersebut telah mengumumkan bahwa referendum itu adalah tindakan ilegal.

Dewan Demokrasi Catalonia, sebuah badan regional yang dibuat untuk membela hak-hak warga negara, mengeluarkan seruan agar semua bisnis menghentikan operasinya pada pukul 12.00 waktu setempat pada hari Senin dalam sebuah demonstrasi menentang kekerasan tersebut.

Karyawan Barca di seluruh kantor klub ambil bagian, dengan sebuah pernyataan yang kemudian mengkonfirmasikan, seperti dilansir Marca, Selasa (2/10).

“FC Barcelona memperhatikan panggilan oleh Taula per la Democracia (Dewan Demokrasi) dan membuat aksi mogok pada Senin dari pukul 12.00 sampai 12.15 waktu setempat, untuk mengutuk keras penggunaan kekerasan terkait mencegah pelaksanaan hak demokrasi bebas dan kebebasan berekspresi rakyatnya selama referendum yang berlangsung di seluruh Catalonia pada hari Minggu ini,” katanya.

“Dengan kehendak bebas mereka sendiri, semua karyawan klub menghentikan apa yang mereka lakukan dan meninggalkan tempat kerja mereka selama seperempat jam,” tambah para karyawan Barcelona itu.

Hal yang sama terjadi tepat di tempat FC Barcelona yakni di kantor klub di Camp Nou, di La Masia, dan juga di Miniestadi dan Ciutat Esportiva.

Presiden Josep Maria Bartomeu sebelumnya mengatakan bahwa bentrokan dengan polisi telah “membuat sedih” semua orang yang berhubungan dengan klub tersebut, sementara Gerard Pique menggambarkan bermain dalam stadion kosong untuk pertandingan melawan Las Palmas pada hari Minggu sebagai pengalaman terburuk dalam karirnya.

Pertandingan La Liga di Camp Nou dimainkan di balik pintu tertutup, dengan Bartomeu yang menyatakan bahwa Barca telah diberitahu oleh Liga de Futbol Profesional (LFP) bahwa mereka akan kehilangan enam poin jika mereka menolak untuk bermain.

Dia mengatakan keputusan untuk bermain tanpa kehadiran penggemar dilakukan untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan sikap LFP, meskipun wakil presiden Carles Villarubi dikatakan telah mengundurkan diri sebagai bentuk protes, bersikeras bahwa pertandingan tersebut seharusnya tidak berlanjut.

Hasil awal jajak pendapat hari Minggu menunjukkan 90 persen suara yang mendukung kemerdekaan Catalonia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *