oleh

Baru Setahun, Aspal Jalan Nasional Penuh Tambal Sulam

-Pena Berita-58 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang –¬†Aspal jalan nasional yang belum berusia setahun, kini kondisinya telah hancur dan berlubang. Ruas jalan negara tersebut meliputi Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pantauan Penanegeri.com, Rabu (6/9) sekitar pukul 15.00 WIB menyebutkan, para pekerja tengah memperbaiki badan jalan nasional dengan cara tambal sulam. Titik ruas jalan yang diperbaiki dari Desa Sapta Marga hingga Batalyon 111/R Tualang Cut, Manyak Payed. Dengan menurunkan sejumlah alat berat, mereka memperbaiki aspal yang pecah dari diameter kecil hingga yang lebar. Kerusakan terparah berada di tikungan tajam Sapta Marga.

Salah seorang warga Sapta Marga, Rudy, kepada Penanegeri.com mengatakan, ruas jalan lintas Medan-Banda Aceh tepatnya disekitar Tualang Cut memang sangat sering dilakukan tambal sulam oleh petugas proyek. Itu disebabkan karena hancurnya aspal hingga muncul lubang-lubang kecil dan besar ditengah jalan.

“Heran juga sih, kualitas jalan negara kok jelek begini, padahal belum lama di aspal, belum setahun kondisi jalan sudah rusak,” ujarnya.

Menurutnya, badan jalan yang berlubang pertama kali berada disepanjang jalan lurus dari Simpang Tiga Desa Iee Bintah hingga jembatan Desa Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed, namun sudah dilakukan penambalan sekitar dua bulan silam.

“Sungguh disayangkan, jalan yang awalnya diaspal mulus sekarang hampir sepanjang jalan ini ikut rusak juga dan kini telah dipenuhi tambalan,” sesalnya.

Seorang pengendara sepeda motor, Roy warga Kualasimpang yang hendak menuju ke Langsa saat ditanyai Penanegeri.com mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas di jalan nasional kawasan Manyak Payed. Pasalnya, walaupun telah ditambal namun lubang lain justru bermunculan bahkan hampir sepanjang jalan dari tikungan Sapta Marga hingga simpang Kapal.

“Meski telah diperbaiki, tapi masih banyak lubang yang muncul, baik lubang dari yang pernah ditambal maupun lubang baru. Ini disebabkan karena kualitas campuran aspal tidak sempurna,” tuturnya

Informasi dihimpun Penanegeri.com, pengaspalan jalan nasional tersebut dikerjakan pada tahun 2016 dengan anggaran APBN dengan total anggaran mencapai belasan miliar yang meliputi perbatasan Aceh Tamiang-Langsa dan Aceh Tamiang-Langkat, Sumatera Utara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *