oleh

Bawa Gas Elpiji Subsidi 3 Kilo Tanpa Izin Resmi di Bireuen Ditangkap Polisi

-Aceh-2.037 views

PENANEGERI, Bireuen – Tersangka F (47), warga asal Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen terpaksa ditangkap pihak kepolisian Polres Bireuen setelah kedapatan membawa gas elpiji subsidi 3 kilogram tanpa izin dan dokumen resmi.

Tersangka F ini diamanakan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen, Jumat (30/8) lalu di salah satu desa kawasan Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah SIK kepada Penanegeri.com, Kamis (12/9) menjelaskan, bersama tersangka F, tim berhasil mengamankan 56 tabung gas elpiji 3 kilogram bersama satu unit mobil Isuzu Panther hitam untuk diperjualbelikan.

“F ini kita amankan bersama barang bukti 56 tabung gas elpiji sipa jual bersama satu unit mobil Isuzu Panther miliknya,” katanya.

Menurut Kasat Reskrim, awalnya Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen mendapatkan informasi dari masyarakat ada mobil yang mencurigkan dan sedang mengangkut gas elpiji berbsubsidi yang diambil dari salah satu kios di Jangka.

Setelah mendapatkan informasi itu, tim melakukan pengembangan di lapangan dan mendapati mobil tersebut bersama tabung gas tersebut.

Baca Juga  BKIPM Aceh : Ada 59 Kasus Pelanggaran Hasil Perikanan Tahun Lalu

“Ketika diperiksa, di dalam mobil tersebut tim menemukan sebanyak 56 tabung gas elpiji 3 kilogram yang masih terisi. Sementara bagian atas/segel tabung gas itu sudah dibuka untuk mengelabui petugas, seolah-olah tabung gas tersebut sudah kosong,” terangnya.

Ternyata, sambung Rezki Kholiddiansyah, seluruh tabung gas tersebut masih terisi dan hanya ditutupi dengan sehelai terpal biru, agar warga tidak tahu.

“Selanjunya tim juga menanyakan izin dan dokumen dari pangkalan gas yang dibawanya itu, tetapi F ini tidak dapat menunjukkan dokumen atau surat izin resmi,” sebutnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku ini melanggar Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda sebesar Rp 60 miliar.

Komentar

Berita Terbaru