oleh

Bayinya Alami Gangguan Jantung, Warga Paya Bujuk Tunong Ini Butuh Bantuan

-Aceh-309 views

PENANEGERI, Langsa – Syifa Arlina Rahman berusia 9 bulan yang mengalami gangguan pada jantung harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Adam Malik, Medan Sumatera Utara.

Anak pertama dari pasangan Abdul Rahman, (44) dan Zuraida, (38) warga Jalan Tengku Yahya, Dusun Utama, Lorong C, Paya Bujuk Tunong, Langsa Baro, mengalami gangguan pada jantung sejak usia 4 bulan.

“Sejak anak saya berusia 4 bulan, kondisinya kesehatannya terus menurun,” tutur Abdul Rahman, kepada Penanegeri.com, Sabtu (13/7).

Diceritakannya, sejak usianya 4 bulan, tanda-tanda seperti terkena jantung mulai nampak. Dimana, jika banyak minum susu dan banyak bergerak, kondisi badannya seperti kuku, mulut, kaki dan tangannya biru-biru serta napasnya sesak.

Kata Abdul Rahman, dia dan istrinya berpikir bahwa tanda-tanda yang dialami itu, anaknya hanya terkena demam biasa saja, sehingga hanya diberikan obat demam biasa saja. Namun, semakin lama kondisinya semakin parah dan hampir setiap hari mengalami sesak napas dan sekujur tubuh anaknya biru-biru.

Melihat kondisi itu, maka ia pun membawa berobat anaknya, pada Kamis (4/7) ke Puskesmas Langsa Baro dan dikatakan perawat di sana anaknya harus di rujuk ke Rumah Sakit, karena tanda-tanda yang muncul pada tubuh anaknya biasanya ada gangguan pada jantung.

Baca Juga  Warga Asal Bireuen di Laporkan Tenggelam di Penang Malaysia

Karena, pada saat itu anaknya belum terdaftar di BPJS kesehatan, maka pihak Puskesmas tidak bisa memberi surat rujukan ke rumah sakit. Sehingga, dirinya terlebih dahulu harus mengurus BPJS anaknya dan setelah selesai, maka pada, Kamis (11/7), ia pun baru membawa anaknya ke Rumah Sakit Cut Meutia Langsa dan setelah diperiksa ternyata benar anak perempuannya tersebut mengalami gangguan pada jantung.

“Hasil diagnosa oleh dokter di rumah sakit tersebut anaknya mengalami Cyanotic CHD+ Cardiomegali atau pembengkakan jantung, sehingga pihak rumah sakit menyarankan agar anaknya pada, Senin (15/7) dibawa ke Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan medis,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini dirinya hanya bisa pasrah, karena meskipun biaya pengobatan anaknya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tapi untuk biaya kehidupannya selama anaknya berobat ia tidak punya sama sekali.

Apalagi, sejak kesehatan anaknya menurun ia hanya fokus pada pengobatan anaknya, sehingga tidak lagi bekerja sebagai buruh harian pada peternakan ayam.”Saya berharap kepada Pemerintah Kota Langsa dan pihak dermawan lainnya, untuk membantu biaya dirinya membawa anaknya berobat ke RSU Adam Malik,” harapnya.

Komentar

Berita Terbaru