oleh

Bea Cukai Amankan Satu Unit Kapal Bermuatan Barang Ilegal di Perairan Aceh

PENANEGERI, Langsa – Kapal Patroli Bea Cukai 20010 berhasil mengamankan satu unit KM Aman, GT : 25 QQD, NO: 222, karena mengangkut sejumlah barang yang diduga ilegal, Senin (8/10).

Kasubsi Intel Kantor Pengawasan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe B Kuala Langsa, Muhammad Ichsan kepada Penanegeri.com, Senin (8/10) menjelaskan, penangkapan itu berawal, sekitar pukul 02.00 WIB, Kapal Patroli BC 20010 milik PSO TBK sedang melakukan ronda laut diperairan Pante Keureuma Aceh Tamiang dengan koordinat 04-31-36 U / 98-13-30 T.

Saat itu, Kapal Patroli BC 20010 melihat kapal yang dicurigai selanjutnya langsung melakukan pengejaran dan pada pukul 03.15 WIB, kapal tersebut berhasil dicegah. Namun seluruh kru kapal terjun ke laut dan yang berhasil diselamatkan 3 orang.

“Pengakuan dari 3 orang tersebut total kru kapal sebanyak 4 orang dan 1 orang tersebut tidak ditemukan dan yang berhasil kabur adalah nahkoda/tekong,” ujarnya.

Tangkapan Bea Cukai
(Penanegeri/M Rizal) : Barang bukti yang diamankan Kapal Patroli BC 20010, Senin (8/10).

Menurut pengakuan ABK, lanjutnya, mereka berangkat dari Sungai Iyu, Aceh Tamiang, Jum’at (5/10) sekitar pukul 18.30 WIB dan sampai di Pelabuhan Satun, Thailand pada hari, Sabtu (6/10) sekitar pukul 05.00 waktu Thailand. Kemudian mereka beristirahat di sekitar pelabuhan menunggu muat barang yang dilakukan pada sabtu malam sekitar pukul 20.00 waktu Thailand.

Baca Juga  Kanwil DJBC dan BNN Provinsi Aceh Tanda Tangani MoU

Selesai barang dimuat, mereka beristirahat sebentar lalu berangkat dari Pelabuhan Satun, Thailand, Minggu (7/10) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu Thailand dan akhirnya hari ini (Senin), mereka berhasil kita amankan.

Kemudian, sekitar pukul 03.15 WIB Kapal Mesin tersebut baru bisa disandarkan di pelabuhan Kuala Langsa.

“Barang bukti yang kita amankan tersebut adalah satu unit kapal mesin, bibit pohon kelapa, bibit kurma serta beberapa ekor ayam. Sedangkan, tersangka yang diamankan diantaranya S (41) J dan R, ketiganya Warga Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru