oleh

Bea Cukai Hibahkan 30 Ton Bawang Merah Selundupan

PENANEGERI, Banda Aceh – Bea dan Cukai Aceh menghibahkan sekitar 30 ton bawang merah selundupan ke pemerintah kota Langsa, Banda Aceh serta pemerintah kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Besar. Penyerahan bawang hibah ini dilakukan di Kantor Wilayah DJBC Aceh, Banda Aceh, Selasa (19/3).

Kakanwil DJBC Aceh, Ronny Rosfyandi melalui Kepala Bea Cukai Langsa, Mochamad Syuhadak mengatakan, bawang merah yang dihibahkan sebanyak 3.200 karung dengan masing-masing seberat 9,5 kilogram yang total perkiraan nilai barang hibah ini sebesar Rp 822,2 juta lebih.

“Ini merupakan barang bukti atas upaya penyelundupan bawang merah ilegal yang digagalkan Tim BKO Kanwil DJBC Aceh dan Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau yang menggunakan Kapal BC 30005 di kawasan Perairan Ujung Tamiang, Aceh Tamiang pada 11 Maret lalu,” ujarnya.

Puluhan ton bawang merah yang dimuat di sebuah kapal bernama KM Anak Kembar GT 25 No. 321/QQd ini menyebabkan kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp 287,7 juta. Setelah dilakukan uji laboratorium, bawang ini pun diketahui masih layak untuk digunakan atau dikonsumsi.

Baca Juga  Tersangka Penyelundup Rokok Ilegal yang Ditembak Polisi Masih Dirawat di Rumah Sakit Bireuen

“Ini merupakan komitmen Bea Cukai Kuala Langsa, Kanwil Bea Cukai Aceh, Kejati Aceh, Kejari Aceh Tamiang dan Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh untuk memanfaatkan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai untuk dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Sementara, pelaku penyelundupan bawang ini dijerat dengan Pasal 102 huruf (a) UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Uu Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang mana disebutkan “Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar”.

“Dengan adanya sanksi hukum ini, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan atau membeli barang selundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang,” kata Syuhadak.

“Selain itu juga melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan, hewan dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor pajak,” sambungnya.

Baca Juga  Anak Yatim Korban Rumahnya Tebakar di Bireuen Masih Tempati Tenda Darurat

Diketahui, seluruh bawang merah selundupan yang dihibahkan ini nantinya akan dibagikan kepada 6 ribu warga miskin yang ada di seluruh kabupaten/kota yang dihibahkan. Nantinya, masing-masing KK akan mendapatkan jatah sebanyak 2 kilogram yang mana bantuan itu akan diberikan melalui pihak kecamatan dan gampong.

Komentar

Berita Terbaru