oleh

Belum ada Bapel, Rp 10 Miliar Dana ZIS di Bireuen Masih Mengendap

PENANEGERI, Bireuen – Akibat belum terbentuknya anggota Badan Pelaksana (Bapel) Baitul Mal Bireuen yang telah diseleksi beberapa waktu lalu, sekitar Rp 10 miliar lebih dana zakat, infaq dan sedekah yang masuk ke kas Pemkab setempat hingga kini masih mengendap.

Buntut belum disalurkan kepada yang berhak, maka seluruh dana yang masuk ke Baitul Mal Bireuen dikhawatirkan akan menjadi dana sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun depan.

“Yang sudah disalurkan tahap pertama tahun ini kepada berbagai kelompok penerima, baik fakir miskin, beasiswa dan lainnya baru sekitar Rp 2,3 miliar, lalu sekitar Rp 10 miliar lebih belum bisa disalurkan, karena belum adanya anggota Badan Pelaksana (Bapel),” ujar Sekretaris Baitul Mal Bireuen, Drs Saiful Hamdanur, Minggu (17/11).

Dijelaskan Saiful Hamdanur, seluruh dana itu merupakan zakat dan infaq dari berbagai kalangan yang telah masuk ke kas daerah, untuk infaq sekitar Rp 5,4 miliar dan uang zakat Rp 4,6 miliar.

Dari jumlah itu, tambahnya, sekitar Rp 10 miliar lebih, belum bisa disalurkan akibat belum adanya anggota Badan Pelaksana (Bapel) yang telah diseleksi beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Polsek Meurah Mulia Amankan 30 Ton Kayu Tanpa Dokumen

Diterangkan Saiful Hamdanur, kendala proses penyaluran ini juga membutuhkan waktu dan tetap berpedoman sesuai aturan pada Qanun Aceh nomor 8 tahun 2018.

“Bila setiap pemohon atau orang yang akan menerima bantuan, maka harus dilakukan pengecekan data lengkap. Bila si B yang akan menerima bantuan, selanjutnya tim harus turun ke ke lokasi alamat si B ini guna melakukan pendataan. Apakah wajar menerima bantuan atau tidak,” sebutnya.

Usai dipastikan Ia berhak menerima bantuan, maka si penerima tersebut wajib membuat rekening bank. Setelah seluruh administrasi lengkap, maka baru disalurkan bantuan tersebut kepadanya melalui rekening penerima.

Dalam hal ini Baitul Mal Bireuen, sangat mengharapkan agar segera ditetapkan anggota Badan Pelaksana (Bapel) Baitul, sehingga seluruh dana yang masuk tersebut dapat disalurkan.

Sementara itu, delapan nama calon anggota Bapel Baitul Mal hasil seleksi panitia beberapa waktu lalu, telah diserahkan ke Bupati Bireuen, selanjutnya diserahkan kembali ke DPRK Bireuen guna penetapan anggota Bapel.

“Seluruh nama calon Bapel Baitul Mal hingga saat ini masih di kantor Bupati Bireuen, dan belum diserahkan ke DPRK Bireuen sehingga proses penyaluran dana tersebut juga terkendala,” ungkap Sekretaris Baitul Mal Bireuen.

Komentar

Berita Terbaru