oleh

BEM SI Gelar Unjuk Rasa “Mahasiswa Menantang Capres” di Lokasi Debat ke 5

PENANEGERI, Jakarta – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di samping pintu masuk Gedung Golden Ballroom Hotel Sultan, tempat berlangsungnya debat Capres – Cawapres ke 5, Sabtu (13/4) sekitar pukul 18.30 WIB.

Pantauan Penanegeri.com dilokasi, mahasiswa yang menggelar aksi diantaranya perwakilan BEM Politeknik Negeri Jakarta, BEM STT Terpadu Nurul Fikri, BEM Universitas Yogjakarta, BEM Unila, BEM Politehnik Bandung, BEM Tehnik Manufaktur Lampung, BEM Universitas Djuanda Bogor dan BEM Universitas Yarsi.

“Kami disini adalah aksi damai dan kami ingin bertemu dengan calon presiden, oleh sebab itu kami akan bertahan di pintu masuk VVIP dan menemui Capres dan Cawapres dari kedua Paslon untuk menandatangani Naskah Indonesia Rakyat,” ucap Koordinator Pusat BEM SI, Muhammad Nurdiansyah, di samping pintu masuk Gedung Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Oleh karena itu, sambungnya, kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, terlepas dari kepentingan manapun kami ingin menunjukkan bahwa Mahasiswa masih berjiwa idealis, menjunjung tinggi netralitas, murni dalam perjuangan.

“Kami menginginkan Pilpres menjadi penentu masa depan Bangsa di 5 tahun ke depan,” timpal Nurdiansyah.

Ratusan mahasiswa tersebut menuntut para Capres untuk berani menandatangani dan memenuhi 5 tuntutan yang diinginkan perwakilan BEM SI

Berikut pernyataan sikap dan 5 tuntutan Indonsesianya Rakyat oleh BEM SI “Mahasiswa Menantang Capres”.

1. Mendesak Presiden terpilih untuk menyelesaikan kasus penyerangan Novel Baswedan dalam 100 hari kerja.

2. Mendesak Presiden terpilih untuk mendorong terselenggaranya Pengadilan HAM sebagai upaya menyelesaikan kasus HAM berat masa lalu sesuai UU No. 26 tahun 2000 dalam 2 tahun masa kerja.

3. Mendesak Presiden terpilih untuk memperkuat ekonomi rakyat dengan menurunkan angka kemiskinan dibawah 5,7% dari jumlah penduduk selama 5 tahun masa jabatan.

4. Mendesak Presiden terpilih untuk menjamin kesejahteraan petani dan nelayan serta menyelesaikan segala bentuk konflik agraria.

5. Mendesak Presiden terpilih untuk menjamin kesejahteraan guru dengan memisahkan tunjangan dan gaji pendidik dari anggaran 20% dari APBN pendidikan serta mengancam segala bentuk liberalisasi Pendidikan Tinggi.

Komentar

Berita Terbaru