oleh

BEM Unimal Gelar Aksi Minta Geuchik Munirwan Segera Dibebaskan

PENANEGERI, Aceh Utara – Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (BEM Unimal), Jumat (26/7) menggelar aksi di kantor bupati Aceh Utara untuk menuntut pembebasan Geuchik Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Tgk Munirwan yang ditahan di Polda karena tersandung kasus benih padi merk IF8 tanpa sertifikat.

Koordinator Aksi, Royhan kepada Penanegeri.com mengatakan, ada beberapa poin permintaan pihaknya terhadap kasus Tgk Munirwan tersebut. Di antaranya, meminta Polda Aceh untuk memberikan penangguhan penahanan terhadap Tgk Munirwan.

“Kita tadi berhasil masuk ke dalam gedung Bupati Aceh Utara. Alhamdulillah aksi kita berjalan lancar. Tujuan kita adalah meminta Geuchik Tgk Munirwan segera dibebaskan. Stop kriminaliasi terhadap pejuang kemajuan pertanian,” katanya.

Royhan juga mengatakan, pihaknya mendesak Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk segera mencabut laporannya di Polda Aceh dengan laporan No.520/937/IX serta mendesak pemerintah Aceh mencopot yang bersangkutan dari jabatannya.

“Kemudian kita juga mendesak Polda Aceh untuk memeriksa Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terkait adanya pengadaan benih senilai Rp 23 Miliar. Dalam hal ini, kami juga meminta pemerintah Aceh Utara untuk bertanggungjawab terhadap tata kelola pertanian di kabupaten ini,” timpalnya.

Baca Juga  Cawapres Sandiaga Uno Dipastikan Kembali Kunjungi Aceh

Dalam hal tersebut, Royhan meminta pemerintah Aceh membuat regulasi mekanisme pasar pertanian yang melindungi segenap rakyat Aceh.

“Menurut hemat kami, saat ini kita sedang dihadapkan pada sistem pertanian yang sangat liberal yang tidak lagi melindungi petani kecil. Lemahnya regulasi yang berpihak terhadap kemajuan petani telah terjadi secara kompleks,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa merasa kecewa lantaran pemangku jabatan di Pemkab Aceh Utara tidak berada di tempat. Sehingga Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Utara, Dayan Albar bertemu dengan mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Dayan Albar menyampaikan bahwa terkait apa yang diharapkan para mahasiswa, pihak Pemkab telah melakukan beberapa langkah. Pemkab sudah mengirimkan surat utusan ke Banda Aceh untuk mempelajari proses hukum yang menjerat Keuchik Meunasah Rayeuk.

Komentar

Berita Terbaru