oleh

Beratapkan Terpal di Lapangan Sebelah Kantor RW di Malang, Sandi Sampaikan Pesan Kampanye

PENANEGERI, Malang — Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menggelar dialog dengan perwakilan sekelurahan Kota Malang, di lapangan samping balai RW di Jalan Zainul Arifin, Kidul Dalem, Klojan Malang, hari Jumat (23/11/2018).

Begitu sampai di gang menuju masuk lapangan, Sandi sempat tertahan langkahnya karena ajakan swafoto dan salaman oleh para warga pada Cawapres yang selalu jadi magnet warga ini.

 

Acara yang digelar sederhana di gang sempit itu hanya beratapkan terpal dan spanduk ‘Roemah Djoeang’.

Begitu tiba lagu Indonesia berkumandang.

Di hadapan perwakilan dari seluruh Kelurahan Malang yang kebanyakan Emak-Emak, Sandi kembali mengutarakan kalau Prabowo bersama dirinya, fokus pada ekonomi.

 

“Kami fokus pada ekonomi. Ekonomi yang berfokus pada penyediaan dan penciptaan lapangan kerja, harga-harga bahan pokok yang stabil dan terjangkau, sekarang harga-harga murah atau mahal,” tanya Sandi.

“Mahal,” jawab serempak ibu-ibu di lapangan.

Dikatakan Sandi, tadi dia sempat mampir ke Pasar Besar Malang.

Sandiaga saat dicurhati Ibu- ibu pedagang di Pasar Besar Malang.

Ibu Laili menyatakan kenaikan buncis dan wortel seperti disampaikan para pedagang berkisar pada angka 20-30 persen.


“Yang sebelumnya seharga Rp. 10 ribu jadi 15. ribu per kilo. Ada yang dari Rp. 10 ribu naik jadi Rp. 12 ribu per kilonya. Saya melihat perlu dan tugas pemerintah untuk harga-harga bisa terjangkau,” terang Sandiaga.

Menurut Sandi, seperti kota lainnya di Indonesia, Malang punya potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Malang punya banyak potensi dalam menggenjot ekonominya. Dari pariwisata hingga pertanian. Indonesia ini negara yang punya segalanya. Sumber daya alam, tenaga kerja, pertanian, pertambangan. Tapi kenapa kita tidak mampu mengelolanya,” ucap Sandi.

Sandi mengaku gemes dengan kondisi sekarang.

Termasuk ketergantungan pada impor dan kebijakan tenaga kerja asing.

Banyak regulasi yang melemahkan ekonomi negeri sendiri.

“Kami akan membatasi impor barang-barang yang bisa kita produksi sendiri, serta mulai mengurangi ketergantungan kita kepada asing, menciptakan dan menyediakan lapangan kerja dan harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau dan stabil,” ucap Sandi. (*)

Komentar

Berita Terbaru