oleh

Berduaan di Rumah Kos, WH Langsa Gerebek Janda dan Pria Beristri

-Aceh-3.647 views

PENANEGERI, Langsa – Petugas Wilayatul Hisbah (WH) menggerebek janda cantik beranak satu berinisial DN (34), kelahiran Kuala Simpang bersama laki-laki beristiri berinisial WP (32) asal Kutacane, disebuah rumah kos Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota.

“Menurut informasi pelaku yang laki laki adalah berstatus PNS di Aceh Timur, kini berdomisili di Gampong Gedubang Aceh dan yang perempuan berdomisili di Gampong Paya Bujuk Seleumak,  masing-masing Kecamatan Langsa Baro,” demikian disampaikan, Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif, MM, kepada Penanegeri.com.

Ibrahil Latif, menjelaskan, sebelumnya, kedua pelaku itu pergi ke lokasi karokean di Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama. Setelah itu mereka menuju ke kota dan selanjutnya pergi sebuah rumah kos di Gampong Blang Kecamatan Langsa Kota.

“Mereka menyewa kamar di rumah tersebut dan berdasarkan informasi pemilik rumah tersebut sengaja menyediakan tempat untuk perbuatan mesum,” ucapnya.

Kemudian, petugas WH yang telah memantau gerak gerik keduanya langsung menggerebek rumah tersebut dan didapatkan mereka berdua di dalam kamar sedang mau melakukan hubungan suami istri.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama Wartawan, Ini Harapan Bupati Bireuen

Saat kejadian, sambung Ibrahim Latif, masyarakat sudah cukup ramai di tempat tersebut dan untuk menghindari amukan masa terhadap pelaku, kedua pelaku mesum tersebut diamankan ke Kantor Dinas Syari’at Islam Kota Langsa.

“Kepada petugas, pelaku yang perempuan mengaku ia sudah sering melayani laki laki dan untuk satu kali “main’ ia menerima Rp 500 ribu. Sementara untuk sewa kamar dan lain sebagainya itu urusan pelaku yang laki laki,” jelasnya.

Saat digerebek mereka belum sempat melakukan hubungan layaknya suami istri, karena sudah duluan digerebek WH. Pelaku yang laki laki mengaku sudah sering melakuukan yang demikian, tapi tadi malam tidak sempat melakukan hubungan terlarang, namun saya sudah bayar uang RP 500 ribu.

“Uang tersebut kita jadikan BB untuk proses lebih lanjut. Kasus ini akan kita serahkan ke penyidik Polres Langsa untuk diproses hukum cambuk sesuai dengan Qanun hukum jinayat yaitu Qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014,” tutup Ibrahim Latif.

Komentar

Berita Terbaru