oleh

Bernard Tomic Akui Bermain Tenis Demi Uang

PENANEGERI, Tenis – Petenis berkebangsaan Australia yang cukup kontroversial, Bernard Tomic, telah mengakui bahwa dia hanya bermain tenis untuk uang dan menyatakan bahwa dia tidak memiliki cinta untuk olahraga yang telah memberinya jutaan dolar.

Dalam sebuah wawancara, Tomic bahkan mengatakan kepada penggemarnya untuk tinggal di rumah daripada membayar untuk melihatna bermain jika mereka menentang sikap kontroversialnya diatas lapangan.

“Jangan datang. Tonton saja di TV, anda tidak perlu membayar apapun untuk melihat saya,” kata Tomic dalam acara Sunday Night, Senin (24/7).

Bernard Tomic memberikan penilaian jujur tentang karirnya sampai saat ini, mengatakan bahwa dia terosilasi antara komitmen penuh dan sikap apatis.

“Sepanjang karir saya, saya telah memberi 100 persen, saya juga memberi 30 persen, tapi jika anda menyeimbangkannya, saya kira semua karir saya hanya sekitar 50 persen,” ujar Tomic.

Mengenai sarannya dalam dunia olahraga, petenis Australia itu menagatakan, jangan bermain tenis, lakukan sesuatu yang anda cintai dan nikmati.

“Karena ini memberikan tekanan dan ini adalah masa sulit untuk posisi saya, saya terjebak dan saya harus melakukannya. Tenis yang memilih saya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya cintai. Anda pasti tahu seperti apa rasanya mencintai, dan apa itu menyukai. Saya hanya menyukai olahraga ini,” lanjut Tomic.

Tomic juga mengomentari penampilan babak pertama Wimbledon yang terlihat buruk.

“Saya tidak tahu mengapa, tapi saya merasa sedikit bosan di luar sana untuk benar-benar jujur dengan anda,” kata Tomic setelah kalah dalam dua set beruntun dari Mischa Zverev.

Setelah didenda sebesar $ 20.000 (NZ $ 21,230) untuk tindakan yang tidak sportif dalam pertandingan tersebut, Tomic memmbalas tanggapan para pengkritiknya.

“Akhinya, jangan pernah menyukai saya atau apapun, kembalilah dengan mimpi tentang mobil impian atau rumah anda,” tambah Tomic.

Mengingat kesempatan untuk merenungkan komentar tersebut, Tomic justru terkesan seperti memberikan tantangan.

“Saya tidak menyesali apa yang saya katakan. Karena saya mengatakan apa yang sebenarnya dan membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Tapi saya tidak peduli, saya hanya akan melihat apa yang ada didepan,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *