oleh

Bersama BI dan IPB, Pemko Banda Aceh Gelar FGD Penelitian KPJU Unggulan UMKM

PENANEGERI, Banda Aceh – Pemko Banda Aceh bersama Bank Indonesia (BI) dan Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka membahas penelitian Komoditi Produk dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di ruang rapat kantor Walikota Banda Aceh, Senin (25/9).

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, FGD yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh Iskandar S.Sos, M.Si turut dihadiri oleh Deputi Kepala dan Perwakilan BI Provinsi Aceh, Teuku Munandar dan perwakilan Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB), Cepi serta perwakilan Bank BNI dan Bank Aceh Cabang Kota Banda Aceh.

“Komiditi UMKM di Banda Aceh akan diteliti, yang unggulan akan dibina BI bekerjasama dengan IPB dan Pemko Banda Aceh terhadap KPJU usaha mikro, kecil dan menengah. Sedikitnya ada 10 komditas lintas sektor, seperti pariwisata, kuliner, jasa, transportasi, perikanan, industri pengolahan, perdagangan dan pertanian yang dilakukan penelitian untuk kemudian ditetapkan sebagai produk unggulan dari Banda Aceh,” demikian dikatakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakota Banda Aceh Iskandar S.Sos, M.Si dalam FGD tersebut.

Baca Juga  Kunjungan Kerja ke Bali, Presiden Sosialisasikan PPh Final UMKM

Iskandar menjelaskan, Pemko Banda Aceh menyambut baik digelarnya FGD dan kegiatan penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB), ini akan menjadi kegiatan positif karena dapat mendorong berkembangnya UMKM dan mengenalkan produk mereka hingga ke manca negara.Selama ini memang sudah pernah dilakuan pembinaan oleh Pemko terhadap perajin dan UMKM di Banda Aceh dengan berbagai program.

“Kita sudah memulai dengan program One Village One Product (OPOV) dimana sudah ada 846 produk mereka dan sudah ada 50 produk yang sudah go nasional dan internasional, pemerintah juga sudah memberdayakan mereka dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan tetapi data kita dulunya kurang valid dan tidak upadate,” sambung Iskandar.

UMKM di Banda Aceh, lanjut Iskandar, juga menemui sejumlah kendala dalam mengembangkan usaha mereka, terutama persoalan modal dan akses pasar.

“Dengan adanya BI dan perbankan dalam program ini akan menemukan solusi yang akhirnya bisa membantu UMKM kita,” tandasnya.

Pemko Banda Aceh

Perwakilan Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB), Cepi menyampaikan, pihaknya akan melakukan penelitian ke sembilan kecamatan di Banda Aceh untuk melihat langsung komoditi UMKM, apa saja yang ada di Banda Aceh yang nantinya akan dinilai dan ditetapkan sebagai produk unggulan. Produk unggulan ini nantinya akan dibina oleh Pemko bersama Bank Indonesia dan didorong untuk terus berkembang sehingga menghasilkan produk dengan standar tertentu.

Baca Juga  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Tampil dalam acara FGD di Senayan

“Sehingga dapat bersaing dengan produk dari daerah lain, bahkan untuk bersaing dengan produk negara lain karena akan di ekspor,” terang Cepi.

Menurutnya, manfaat dari penetapan KPJU ini, untum mendapatkan informasi mendasar dalam pembinaan dan pengembangan UMKM, kemudian komoditas unggulan ditetapkan agar fokus dalam perumusan kebijkana dan program untuk pembinaan dan pengembangan UMKM.

“Yakni pengembangan ekonomi wilayah, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya saing,” timpal Cepi.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Deputi Kepala perwakilan BI Provinsi Aceh, Teuku Munandar, IPB sudah ditetapkan menjadi mitra dalam rangka melakukan penelitian komoditas UMKM diseluruh Indonesia. Dari sisi tugas memang tidak terkait langsung, namun BI merasa terpanggil dan turun karena produk UMKM perlu dibina dalam rangka memberdayakan masyarakat ekonomi kecil dan menengah.

“Ini berkaitan dengan inflasi karena, jika UMKM tidak diberdayakan akan berdampak pada lemahnya ekonomi kecil dan menurunnya daya beli masyarakat. Sehingga kami turun dan salah-satu caranya memberdayakan UMKM,” pungkas Teuku Munandar.

Komentar

Berita Terbaru