oleh

Bersikap Terbuka dan Berubah untuk Lebih Bahagia

PENANEGERI, Kesehatan – Kesehatan fisik penting, namun kesehatan mental juga tak kalah pentingnya. Ingin lebih bahagia dan lebih terpenuhi dalam hidup? Belajarlah berpikiran terbuka untuk berubah.

Ada ungkapan yang mungkin Anda temukan dalam teks filosofi : “Ketahuilah dirimu sendiri!”

Socrates menyatakan ‘Kenali dirimu sendiri!’ dan Apakah tujuanmu untuk menerima dirimu sendiri?

Nah, Anda perlu tahu diri Anda untuk itu terlebih dahulu.

Sekali lagi, ini akan sulit kecuali Anda mengenal diri sendiri. Masalahnya adalah bahwa semua ini didasarkan pada gambaran diri yang realistis dan bagaimana kita membuat keputusan. Hal “mengetahui diri sendiri” ini tidak sesederhana kelihatannya.

Berpandangan terbuka terkadang sangat sulit. Sebagian besar dari kita dibesarkan dengan serangkaian keyakinan dan nilai dan, sepanjang hidup kita, cenderung mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang memiliki nilai dan kepercayaan yang sama. Oleh karena itu, akan sulit bila kita dihadapkan pada gagasan yang menantang kita sendiri dan, walaupun kita mungkin ingin berpikiran terbuka, kita mungkin akan terus berjuang melawannya dari waktu ke waktu.

Baca Juga  Bahaya Terpaan Pornografi bagi Kesehatan Mental

7 Manfaat Menjadi Open-Minded

1. Melepaskan kendali. Saat Anda membuka pikiran terhadap sebuah masalah pelik, Anda membebaskan diri dari keharusan mengendalikan pikiran Anda sepenuhnya. Anda membiarkan diri Anda untuk mengalami ide dan pemikiran baru dan Anda menantang keyakinan yang Anda miliki saat ini. Ini bisa sangat membebaskan untuk melihat dunia melalui pikiran terbuka.

2. Mengalami perubahan. Membuka pikiran Anda untuk ide-ide baru memungkinkan Anda untuk kesempatan untuk mengubah apa yang Anda pikirkan dan bagaimana Anda melihat dunia. Nah, ini tidak berarti Anda tentu akan seketika mengubah keyakinan Anda, namun Anda memiliki pilihan saat berpikir dengan pikiran terbuka.

3. Membuat diri Anda rentan. Salah satu hal yang paling menakutkan (dan terbesar) tentang melihat dunia melalui pikiran terbuka, membuat Anda rentan. Dalam menyetujui pandangan dunia yang berpikiran terbuka, Anda mengakui bahwa Anda tidak tahu segalanya dan ada kemungkinan Anda tidak mempertimbangkannya. Kerentanan ini bisa menakutkan dan menggembirakan (bahagia).

4. Membuat kesalahan. Membuat kesalahan sepertinya tidak akan banyak manfaatnya, namun bila Anda melakukan kesalahan kemudian menyadarinya, maka ini sama dengan Anda membuka pikiran dan membiarkan diri Anda melihat sesuatu dari perspektif orang lain, dan merupakan hal yang hebat untuk jatuh dan mampu bangkit kembali.

Baca Juga  Belajar Mengendalikan Kemarahan

5. Memperkuat diri. Open-mindedness menyediakan platform yang bisa Anda bangun, menumpuk satu gagasan di atas yang lain. Dengan pikiran terbuka Anda bisa belajar tentang hal-hal baru dan Anda bisa menggunakan gagasan baru untuk membangun gagasan lama. Semua yang Anda alami bisa bertambah, menguatkan diri Anda dan apa yang Anda yakini. Sangat sulit untuk membangun pengalaman tanpa pikiran terbuka.

6. Mendapatkan kepercayaan diri. Bila Anda hidup dengan pikiran terbuka, Anda memiliki rasa diri yang kuat. Anda tidak dibatasi oleh keyakinan Anda sendiri, juga tidak dibatasi oleh keyakinan orang lain. Oleh karena itu, Anda dapat memiliki dan mendapatkan kepercayaan diri saat Anda belajar semakin banyak tentang dunia di sekitar Anda. Berpikiran terbuka membantu Anda belajar dan bertumbuh, memperkuat keyakinan Anda pada diri Anda sendiri.

7. Menjadi jujur. Ada kejujuran yang datang dengan pikiran terbuka karena bersikap terbuka berarti mengakui bahwa Anda ‘tidak semua hal tahu’. Itu berarti percaya bahwa apa pun kebenaran yang Anda temukan mungkin lebih banyak daripada yang Anda sadari. Pemahaman ini menciptakan rasa kejujuran yang mendasar yang meresapi karakter seseorang yang hidup dengan pikiran terbuka. (*)

Komentar

Berita Terbaru