oleh

Bireuen Kekurangan 600 Guru SD 

PENANEGERI, Bireuen – Data terakhir, hingga awal 2019 Kabupaten Bireuen masih kekurangan guru SD berstatus PNS mencapai 600 orang lebih.

Kekurangnya guru SD itu disebabkan, ratusan guru memasuki masa pensiun mulai 2018 sampai 2022 mendatang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, Drs Muhammad Nasir M.Pd kepada wartawan, Jumat (16/5) terkait kekurangan guru SD.

“Data terakhir kekurangan guru ada sekitar 600 orang lebih baik tenaga pengajar meliputi, guru kelas Pendidikan Agama Islam (PAI), dan guru penjas di 228 unit SD di 17 kecamatan,” katanya.

Belakangan, sambung Muhammad Nasir satu SD hanya ada dua, tiga atau empat guru berstatus PNS, selebihnya masih status honor.

“Terjadinya kekurangan guru di Bireuen disebabkan ada ratusan guru yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya, sementara penambahan guru berstatus PNS belum ada penambahan setiap tahun,” terangnya.

Terjadinya kekurangan tenaga pengajar, tambah Muhammad Nasir, tentu ini harus disikapi dengan baik dan saling koordinasi, sedangkan guru tambahan tahun ini untuk SD berjumlah 187 orang dan guru baru untuk SMP sebanyak 33 orang melalui formasi umum lalu.

Baca Juga  Ini Saran Untung Sangaji untuk Rutan Lhoksukon

Selama ini terang Muhammad Nasir, setiap SD jumlah yang mengajar mencapai belasan orang, namun mereka umumnya tenaga honor. Kebijakan ini dilakukan guna mengantisipasi kekurangan guru dengan melakukan pemberdayaan guru (K2) honor dan guru bakti.

“Selama ini ratusan guru honor dan bakti yang cukup lama mengabdi, kesejahteraan mereka tidak mencukupi sama sekali. Seorang guru bakti, honor dan guru K2 hanya menerima honori antara Rp 200 ribu, Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan dan honor mereka ini bersumber dari dana BOS,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru