oleh

Bireuen Kekurangan Guru SD dan SMP Sebanyak 300 Orang

PENANEGERI, Bireuen – Hingga memasuki tahun 2019, Kabupaten Bireuen masih mengalami kekurangan guru SD dan SMP sebanyak 300 orang, sementara yang telah diterima dari formasi baru, tahun 2018 lalu sebanyak 220 orang.

Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen, Abdullah Spd, Kamis (19/2) terkait kekurangan guru kelas dan guru bidang study.

Menurutnya, kekurangan guru tersebut dikerenakan banyak kalangan guru SD dan SMP yang teah memasuki pansiun.

“Untuk mengantisipasi kekurangan guru tersebut, maka Pemrintah Dearah harus kembali merekrut guru baru,  apa lagi  tahun 2019 guru kelas juga banyak yang akan memasuki pensiun, terutam guru SD,” katanya.

Sedangkan yang telah lulus melalui formasi tahun 2018 kemarin ada sekitar 220 orang baik SD mapaun SMP. Untuk  SD sendiri ada 118 orang, guru kelas 12 orang, guru PAI 22 dan guru Penjas 46 orang.

Sementara untuk tingkat SMP sendiri, guru Penjas 5 orang, kesenian 15 orang dan guru bidang study Bahasa Indonesia 12 orang.

“Guna mengisi kekosongan guru tersebut, maka ditugaskan guru bakti yang ada di sekolah masing masing, namun hal itu tidak maksimal sebab sekolah yang bersangkutan belum membayar honor mereka,” terangnya.

Kalau tingkat SD, tambah Abdullah saat ini Bireuen kekurangan guru kelas sebanyak 460 orang dan guru olahraga juga sebanyak 142, termasuk 90 orang guru agama.

Di bagian lain Abdullah juga mengatakan, kedepan Kabupaten Bireuen juga akan mengalami kekurangan guru mulai 2019 hingga 2022 baik tingkat  SD dan SMP itu sebanyak 1085 orang.

“Ini juga menjadi persoalan besar, kerana kekurangan guru baik untuk jenjang SD dan SMP sangat berdampak terhadap proses pendidikan di Kabupaten Bireuen kedepan,” sebutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *