oleh

Bireuen Termasuk Titik Fenomena Tanah Bergerak

PENANEGERI, Bireuen – Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi tanah bergerak di sejumlah kabupaten/kota di Aceh untuk bulan Juni 2019, termasuk Kabupaten Bireuen.

Selain tanah bergerak, Badan Geologi juga merilis tentang daerah-derah yang berpotensi akan terjadinya tanah longsor.

Menurut Badan Geologi, tanah bergerak berpotensi terjadi di 22 kabupaten/kota di Aceh, bahkan potensi gerakan tanah ini dibagi dua, menengah dan tinggi.

Potensi gerakan tanah menengah adalah daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.

Di zona ini terjadi gerakan tanah,  apa bila curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan serta jika lereng mengalami gangguan.

Untuk potensi gerakan tanah tinggi meliputi daerah yang memiliki potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah.

Pada zona ini, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Untuk Kabupaten Bireuen sendiri diliris ada bebarapa kecamatan yang ikut terjadinya potensi tanah bergerak dan tanah longsor meliputi, Kecamatan Gandapura (Menengah), Kecamatan Jeumpa (Menengah), Kecamatan Jeunieb (Menengah), Kecamatan Juli (Menengah), Kecamatan Kutablang (Menengah), Kecamatan Makmur (Menengah), Kecamatan Pandrah (Menengah), Kecamatan Peudada (Menengah), Kecamatan Peulimbang (Menengah-Tinggi), Kecamatan Peusangan Selatan (Menengah), Kecamatan Peusangan siblah Krueng (Menengah), Kecamatan Samalanga (Menengah-Tinggi) dan Kecamatan Simpang Mamplam (Menengah).

Baca Juga  Sejumlah Nama Lulus Seleksi dan Rebut Posisi Jabatan di Pemkab Bireuen

Sementara untuk Kabupaten/kota lain yang berpotensi terjadinya gerakan tanah adalah di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Besar, Sabang, Simeulue, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam.

Lalu Kabupaten Pidie, Pidie Jaya,  Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek, Sabtu (1/6) meminta, masyarakat diminta waspada jika ada retakan tanah yang berpotensi terjadi di permukiman.

“Apabila ada pergerakan tanah/longsor di permukiman, segera lakukan evakuasi. Bagi pengguna jalan terutama di wilayah tengah dan menuju ke Nagan Raya dari Pidie, serta di beberapa titik Meulaboh, Banda Aceh dan Tapak Tuan ke Medan, agar waspada dan selalu melihat informasi melalui media massa dan media sosial,” pintanya.

Komentar

Berita Terbaru