oleh

BKSDA Sebut di Indonesia Cuma Tersisa Harimau Sumatera

-Aceh-105 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh menyayangkan satwa dilindungi hingga kini masih diburu.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo S.Hut, M.Si kepada Penanegeri.com, Sabtu (28/9) mengatakan, besar harapan kami agar semua pihak menjaga hewan dilindungi seperti harimau, gajah dan sebagainya.

“Saya apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Utara yang telah berhasil mengungkap kasus perdagangan kulit harimau. Di sisi lain, kita sangat menyangkakan masih saja ada kejadian perdagangan satwa dilindungi. Mungkin pelaku-pelaku itu belum ada kesadaran sama sekali,” ujarnya.

Dijelaskan, Harimau yang masih ada di hutan Indonesia saat ini adalah Harimau Sumatera. Ini merupakan salah satu dari tiga jenis yang sudah punah. Harimau Bali dan Harimau Jawa saat ini sudah punah.

“Harimau yang diburu di Aceh yaitu Harimau sumatera. Kan di Aceh cuma tinggal satu jenis harimau sekarang dari tiga jenis yang ada di Indonesia. Harimau Jawa sudah punah, Harimau Bali sudah punah. Harimau sumatera ini harapan terakhir. Kalau terus diburu habitatnya akan punah juga suatu saat,” timpal Sapto.

Baca Juga  Polres Aceh Utara Perketat Pengamanan Pasca Insiden Bom Bunuh Diri di Medan

Dirinya menambahkan, Harimau merupakan aset bangsa Indonesia yang punya peran sangat penting dalam proses ekosistem. Ketika nanti harimau sampai punah karena diburu, masyarakat akan perlu Harimau.

“Nantinya akan dibutuhkan masyarakat. Kaetika Harimau sudah punah, tidak ada predator untuk hama-hama seperti babi hutan. Sehingga masyarakat harus ikut berpartisipasi menjaga kelestarian alam,” sebut Sapto.

Lanjutnya, BKSDA selama ini selalu mengadakan penyadaran masyarakat, kegiatan penyuluhan bahkan pihaknya saat ini sedang melakukan operasi sapu jerat, karena rata-rata memburu harimau dan gajah itu menggunakan jerat.

“Operasi jerat itu melibatkan 25 personel. Di sisi yang lain juga butuh dukungan masyarakat, karena begitu luas wilayah Aceh ini dan bila banyak masyarakat yang memasang jerat tidak dapat terpantau. Kalau kita tidak menjaga hewan dilindungi itu nanti apa lagi yang bisa kita tunjukkan pada anak cucu kita nanti,” ucap Sapto.

Menurut catatan BKSDA, sambungnya, kejadian pemburu satwa liar ini hampir rata-rata terjadi di Aceh.

“Namun yang beberapa kali terjadi di Aceh yaitu Aceh Selatan kalau untuk satwa Harimau. Kemarin di Aceh Tengah dan sekarang di Aceh Utara,” tandas Sapto.

Komentar

Berita Terbaru