oleh

BNN Hadapi Suatu Internal Instansi Negara yang Tidak Komitmen Berantas Narkoba

PENANEGERI, Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso atau Buwas mengatakan pihaknya berhadapan dengan permasalahan internal negara dalam memberantas narkoba.

Budi menyatakan dengan kekuatan besar yang ada di dalam lapas (lembaga pemasyarakatan) membuat pihaknya berhadapan dengan permasalahan internal negara dalam hal memberantas narkoba.

“Kenapa saya bilang internal negara, karena memang ada salah satu instansi negara yang tidak komit dalam melaksanakan perintah Presiden untuk memberantas narkoba,” ujarnya.

Budi Waseso yang lebih akrab dipanggil Buwas ini mengungkapkan lembaga permasyarakatan adalah salah satu sasaran empuk untuk melakukan peredaran narkoba karena ada oknum yang berkhianat terhadap negara.

“Ini bukan kata saya, tapi memang ada buktinya. Di lapas itu bebas beredar, lebih aman, bahkan ada yang bisa mengutang. Pakai narkotika (di dalam lapas) juga gampang karena dilindungi,” ujarnya.

Seperti  yang telah terjadi, Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Purworejo, Jawa Tengah Cahyo Adhi Satriyanto ditangkap karena terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan mendapatkan dana dari bisnis narkotika di dalam lapas.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Bekuk Pengedar Narkoba Lintas Kabupaten

Menurut Buwas, hampir setengah dari peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan oleh orang-orang dari dalam lembaga permasyarakatan (lapas).

“(Sebanyak) 50 persen peredaran narkoba dikendalikan dari dalam lapas. Bahkan saya pernah bicara, bila memang tidak bisa ditangani maka lapas harus seteril, penjaganya diganti saja dengan buaya,” kata Budi Waseso.

Dalam kasus terbaru, Kepala Rutan Kelas II Purworejo, Jawa Tengah, Cahyo Adhi Satriyanto, ditangkap karena terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari bisnis narkoba di balik penjara.

“Dari pendalaman kasus TPPU Kepala Rutan Purwerojo, kami mendapat rekaman perbincangan bahwa oknum ini bicara soal permintaan untuk memberi upeti kepada atasannya. Pembicaraan ini ada fakta dan tidak bisa dibohongi akan kami ungkap dalam persidangan nanti,” papar Budi Waseso .

“Saya sampaikan agar semua tahu termasuk masyarakat bahwa sampai hari ini mafia narkotika ini 50 persen terjadi di dalam lapas,” paparnya.

Menurut dia, lapas menjadi lokasi empuk peredaran narkoba karena ada oknum yang berkhianat terhadap negara. BNN sering mengungkap adanya bandar di dalam lapas, bahkan ada brangkas narkotika dan uang.

Baca Juga  Buktikan Terbebas dari Narkoba, DPRK Langsa Diminta Tes Urine

“Itu bukan kata saya, tapi memang ada buktinya. Di lapas itu bebas beredar, lebih aman, bahkan ada yang bisa mengutang. Kenapa? Karena dilindungi,” ungkap Budi Waseso. (*)

Komentar

Berita Terbaru