oleh

BNN, Polda dan DJBC Aceh Gagalkan Penyelundupan 40 Kg Sabu

PENANEGERI, Aceh Tamiang – BNN bersama Polda dan DJBC Aceh berhasil mengungkap jaringan tindak pidana Narkotika wilayah Aceh, Jumat lalu (18/8).

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan persnya, di Mapolsek Kejuaruan Muda, Aceh Tamiang, Minggu (20/8) mengatakan, BNN bersama DJBC dan Polda Aceh pada hari Jumat (18/8) sekitar pukul 19.30 WIB, kembali menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu sebanyak 40 bungkus atau sekitar 40 kg yang di masukkan kedalam dua buah tas yang diselundupkan dari Penang, Malaysia menuju Aceh Utara melalui jalur laut.

“Sabu yang di bawa menggunakan mobil Mitshsubishi Starada warna silver BK 9009 DP berhasil diamankan tim BNN bersama Bea Cukai dan Polda Aceh di jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara Prov. Aceh,” ujarnya.

Dari pengungkapan kasus ini, sambung Arman Depari, petugas mengamankan lima orang tersangka berinisial M (51) warga Idi Rayeuk, Aceh Timut, Z (40) warga Delima, Pidie , TM (28) warga Idi Rayeuk, Aceh Timur, S (39) warga Banda Sakti, Lhokseumawe dan MD (48) warga Matang Kuli, Aceh Utara yang diduga berperan sebagai kurir dan kordinator kurir sabu tersebut.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Gulung 4 Tersangka Narkoba

Dikatakannya, penangkapan bermula dari hasil pengembangan penyelelidikan jaringan penyelundupan dan peredaran gelap Narkotika dari Penang, Malaysia.

“Kita mendapatkan informasi bahwa akan ada penyelundupan Narkotika jenis sabu yang akan di selundupkan melalui jalur laut menuju Aceh dan akan diedarkan di wilayah Aceh, Medan dan Jakarta,” beber Arman Depari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut Arman Depari, tim BNN bersama Bea Cukai dan Polda Aceh melakukan observasi dan surveilance kegiatan jaringan Narkotika tersebut akan masuk melalui perairan Aceh, tepatnya di pantai Idi Cut, Aceh Timur, pada hari Jumat (18/8) hingga petugas berhasil mengamankan 5 orang tersangka.

“Modus yang digunakannya, menyelundupkan Narkotika dari Penang, Malaysia menggunakan jalur laut menuju pantai Idi Cut oleh J dan D yang hingga kini masih DPO atas perintah TM sebagai kordinator kurir, ABK (Anak Buah Kapal) sekaligus sebagai pemilik kapal,” urainya.

Arman menambahkan, selanjutnya sabu tersebut di bawa oleh M dan Z menggunakan mobil Mitsubishi Strada silver BK 9009 DP dikawal oleh TM dan S dengan menggunakan mobil Nissan Juke putih BK 1876 IU yang akan di bawa dan diserahkan kepada MD selaku kordinator kurir yang selanjutnya diserahkan kepada H (DPO) sebagai pemilik sabu tersebut di Bireun.

Baca Juga  Miliki Sabu, Seorang Tenaga Kontrak Dinas Kehutanan Dibekuk Petugas Polsek Rantau

“Dari tersangka, kita amankan sejumlah barang bukti yakni 2 unit mobil Strada dan Juke, 15 hand phone, 5 KTP atas nama tersangka dan 1 paspor atas nama Syaiful,” ungkapnya sembari menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka merupakan anggota jaringan penyelundupan dan peredaran gelap Narkotika yang terkait jaringan Aceh-Malaysia.

Arman juga mengatakan, kelima tersangka berikut barang buktinya akan dibawa ke kantor BNN Pusat di Jakarta guna dilajukan penyidikan lebih lanjut.

“Kelima tersangka terancam pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati,” tegasnya.

Pantauan Penanegeri.com, kegiatan press release tersebut turut dihadiri Kombes Pol Wahyu, BNN Pusat, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Aceh, Tri Utomo, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetya, Kepala BNNK Aceh Tamian, AKBP Reinaldi serta sejumlah petugas BNN dan kepolisian setempat.

Komentar

Berita Terbaru