oleh

BNNP Aceh : Ada 29 Jalur Tikus Masuknya Sabu ke Aceh

-Aceh-70 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menyatakan, provinsi Aceh menjadi salah satu daerah pemasok narkotika jenis sabu. Ini dikarenakan ada sekitar 29 jalur tikus untuk memasukkan barang haram tersebut oleh bandar narkoba.

“Setidaknya ada 29 pintu masuk atau pelabuhan tikus narkoba ke Aceh yang keseluruhannya ada di wilayah Pantai Utara dan Timur Aceh,” ujar Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser kepada wartawan pada jumpa pers di kantor BNNP Aceh, Rabu (13/2).

Menurutnya, pasokan sabu masuk melalui pelabuhan tikus yang merupakan jalur masuk kapal-kapal kecil yang sulit dijangkau dan diawasi oleh petugas.

“Apalagi sarana yang dimiliki petugas untuk mengawasi penyelundupan sabu di perairan masih sangat kurang atau sangat minin,” ungkap jenderal bintang satu ini.

Faisal menjelaskan, banyaknya jalur tikus ini membuat petugas kewalahan dalam mengawasi dan menangkap para pengedar sabu tersebut. Karena selama ini, penyelundupan sabu dilakukan di tengah laut dan disimpan di rumah warga di daerah pesisir.

Baca Juga  APK Caleg di Bireuen Masih Banyak Dipasang di Perpohonan dan Tiang Listrik

Apalagi, lanjutnya, masyarakat di daerah pesisir yang membutuhkan uang berani untuk menyimpan narkoba. Mereka berani menyimpan sabu berkilo-kilogram di rumahnya hanya untuk mendapatkan uang.

“Selama ini, banyak sabu yang diamankan ada di rumah masyarakat, ada beberapa penangkapan yang dilakukan BNNP dan pihak kepolisian pasti sabu di simpan di rumahnya atau masyarakat,” jelas Faisal.

Selain itu, puluhan jalur talur tikus itu terdapat di sejumlah Kabupaten/Kota di Aceh yakni seperti di Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang dan termasuk Langkat, Sumatera Utara. Saat ini, narkoba masuk hingga ke gampong dan merusak generasi muda Aceh, sehingga saat ini ada ribuan generasi muda Aceh harus mendekam dalam penjara karena terlibat penyalahguanaan narkoba.

Untuk itu, dirinya pun bersumpah akan memberantas narkoba di Aceh, apapun risikonya.

“Bahkan ada yang sudah dihukum mati tapi nggak mati-mati juga, bahkan dikurangi lagi hukumannya hingga menjadi 20 tahun,” tegas Brigjen Pol Faisal Abdul Naser.

Komentar

Berita Terbaru