oleh

Bom Mobil Bunuh Diri Meledak di Kabul, 35 Tewas

PENANEGERI, Desk Internasional – Pelaku Bom bunuh diri yang diklaim dari pihak Taliban meledakkan sebuah bom mobil (suicide car bomb)  di  sebelah barat kota Kabul pada hari Senin (24/7), menewaskan 35 orang dan melukai lebih dari 40 orang lainnya,  demikian papar pihak pejabat pemerintah Afghanistan, Senin (24/7).

Bom mobil bunuh diri ini adalah salah satu serangan terburuk di ibukota Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir.

Pejabat intelijen  Afghanistan mengatakan kepada kantor berita Al Jazeera bahwa bus tersebut membawa staf Kementerian Pertambangan dan Petroleum saat diserang pada hari Senin.

Serangan tersebut terjadi tepat sebelum jam 7 pagi waktu setempat (02:30 GMT) dan berlangsung dekat rumah wakil kepala eksekutif Mohammad Mohaqi, kata pejabat tersebut.

Pihak Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke kantor berita Al Jazeera.

Bus tersebut hancur, bersama tiga mobil lain dan beberapa toko di daerah tersebut, kata juru bicara kepolisian Kabul, Basir Mujahed, menambahkan bahwa anak-anak termasuk di antara orang-orang yang terluka.

“Saya berada di toko saya ketika tiba-tiba saya mendengar suara yang mengerikan dan akibatnya semua jendela toko saya hancur berantakan,” kata Ali Ahmed, seorang penduduk di daerah ledakan hari Senin.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish mengatakan setidaknya 24 orang telah terbunuh dan 40 lainnya luka-luka namun korban tewas dapat meningkat lebih lanjut.

Pejabat senior lainnya di Afghanistan nkepada kantor berita Reuters  mengatakan bahwa korban tewas berjumlah 35 orang.

Angka Itu sesuai dengan klaim di Twitter oleh juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, yang mengatakan 37 “pekerja intelijen” telah terbunuh.

Juru bicara Taliban, Mujahid mengatakan dalam sebuah tweet yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, sasarannya adalah dua bus yang telah diawasi selama dua bulan.

Pemboman bunuh diri Senin, menargetkan personil pemerintah. Kekerasan tak henti-hentinya di Afghanistan telah membunuh lebih dari 1.700 orang warga sipil di Afghanistan sepanjang tahun ini.

Kekuatan pihak Taliban, selama ini gencar memerangi pemerintah Afghanistan dan telah meluncurkan gelombang serangan di seluruh negeri dalam beberapa hari ini, yang memicu pertempuran di lebih dari setengah lusin provinsi.

Pasukan keamanan pemerintah mengatakan sebuah bus kecil yang dimiliki oleh Kementerian Pertambangan telah hancur dalam ledakan tersebut namun Direktorat Nasional untuk Keamanan, badan intelijen utama, mengatakan bahwa tidak satupun personilnya telah terkena ledakan.

Tiga kendaraan sipil dan 15 toko hancur atau rusak dalam ledakan tersebut, kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *