oleh

Brenton Tarrant Bukan Salah Seorang Saksi-Saksi Yehuwa

PENANEGERI, Jakarta – Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia (SSYI) merasa keberatan terhadap pernyataan Al Chaidar selaku pengamat teroris dari Unimal Aceh terkait penembakan di Masjid Selandia Baru beberapa waktu lalu.

SSYI melalui surat klarifikasinya yang diterima Penanegeri.com melalui email redaksi, Selasa (19/3) menyebutkan, pihaknya menyesalkan pernyataan Al Chaidar yang menyampaikan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah sekte yang mempromosikan terorisme dan supremasi kulit putih.

“Kami menyesal bahwa tidak ada upaya yang dilakukan untuk mendapatkan fakta dari kami atau dari sumber lain yang dapat diandalkan dan terpercaya yang akan memberikan pandangan yang seimbang tentang masalah ini,” demikian tulis surat klarifikasi dari organisasi nirlaba Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia yang juga merupakan hak jawabnya atas pemberitaan berjudul Terkait Penembakan di Masjid Selandia Baru, Ini yang Disampaikan Pengamat Teroris dari Unimal Aceh, yang diterbitkan Penanegeri.com tanggal 16 Maret 2019 lalu.

Oleh karenanya, SSYI memberikan klarifikasi guna membantah pernyataan Al Chaidar, berikut tiga poin yang disampaikan SSYI ;

Baca Juga  Terkait Penembakan di Masjid Selandia Baru, Ini yang Disampaikan Pengamat Teroris dari Unimal Aceh

1. Brenton Tarrant bukanlah salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa. Sama sekali tidak ada hubungan antara tersangka teroris ini dan Saksi-Saksi Yehuwa. Saksi-Saksi Yehuwa dikenal di seluruh dunia karena menjadi warga negara yang cinta damai dan taat hukum. Selama ini lebih dari seratus tahun, mereka telah menerbitkan materi berdasarkan Alkitab yang mengajarkan orang untuk menolak rasisme dan kekerasan. Mereka justru telah dianiaya oleh sejumlah pemerintah karena penolakan mereka untuk ikut berperang atau melakukan kekerasan. Oleh karena itu, tidak dapat dipahami bahwa Al Chaidar mengklaim bahwa Saksi-Saksi Yehuwa terlibat dengan tindakan teroris.

2. Saksi-Saksi Yehuwa tidak mendukung supremasi kulit putih. Siapa pun yang mengenal organisasi kami dapat melihat dan merasakan secara pribadi bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah organisasi internasional dimana orang-orang dari semua latar belakang dan ras bersatu. Di situs web publik kami, jw.org/id, setiap pembaca yang jujur dapat melihat bahwa kami berbicara menentang rasisme da kebencian perbedaan etnis. Kami mengasihi tetangga kami, tidak soal ras, suku, atau kepercayaan agama mereka.

3. Saksi-Saksi Yehuwa bukanlah sekte yang berbahaya. Kami memiliki pengakuan hukum di Indonesia dan ratusan negara lain di seluruh dunia. Saksi-Saksi Yehuwa adalah agama terdaftar di Kementerian Agama sejak tahun 2001. Kami dikenal di seluruh dunia sebagai warga negara yang patut dicontoh dan cinta damai yang sama sekali tidak perlu ditakuti oleh pemerintah.

“Informasi yang akurat tentang Saksi-Saksi Yehuwa juga dapat ditemukan di situs web resmi kami jw.org/id. Kami selalu bersedia untuk komentar arau bantuan lebih lanjut. Permintaan semacam itu dapat diteruskan ke bagian humas kami melalui [email protected],” Jelas Humas SSYI diakhir keterangan persnya.

Komentar

Berita Terbaru