oleh

Buat Laporan Palsu ke Polsek Ulee Kareng, Pemuda asal Subulussalam Ini Ditangkap

PENANEGERI, Banda Aceh – Personel Polsek Ulee Kareng mengamankan seorang pemuda atas laporan palsu yang dibuatnya beberapa waktu lalu di Mapolsek Ulee Kareng. Ia ditangkap, Minggu (20/1) lalu saat sedang melintas di Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi mengatakan, pelaku berinisial MRM (24), pengutip (kolektor) di perusahaan bernama CV Cahaya Warna Agrorasi yang merupakan toko material grosiran.

“Dia warga asal Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam yang tinggal di Gampong Doi, Kecamatan Ulee Kareng. Ditangkap atas laporan pencurian palsu yang dibuatnya 16 Januari lalu,” ujar Kapolsek Selasa (22/1) saat dikonfirmasi.

Dijelaskannya, saat itu MRM melapor ke Polsek Ulee Kareng telah kehilangan sebuah tas yang berisi uang senilai Rp 7 juta, bon faktur CV Cahaya Warna Agroarsi dan sejumlah barang lain di masjid Ulee Kareng saat ia sedang ke masjid itu. Setelah petugas melakukan olah TKP dan serangkaian penyelidikan, diketahui bahwa laporan yang dibuatnya palsu.

Baca Juga  Angkut Bawang Merah Ilegal, KM Anak Kembar Diamankan Bea Cukai

“Saat hendak diperiksa dia kerap menghindar bahkan terakhir ia mengaku kalau sedang pulang kampung karena sakit. Ternyata waktu diselidiki dia ada di seputaran Lampeunerut yang bersembunyi di rumah rekannya,” ungkap Kapolsek.

MRM pun akhirnya ditangkap petugas dan diperiksa lebih lanjut. Ia akhirnya mengaku telah membuat laporan dan keterangan palsu. Hal ini pun diperkuat dengan ditemukannya tas yang dimaksudkan hilang itu. Tas itu ditemukan anggota di atas plavon rumahnya sendiri.

“Ternyata diketahui bahwa uang sebanyak Rp 7 juta yang dikutip dari sejumlah rekanan perusahaannya digunakan untuk membayar utang pribadi, tapi dilaporkan ke atasannya uang itu hilang dicuri,” jelasnya.

Atas perbuatannya ini, kini MRM masih diamankan di Mapolsek Ulee Kareng. Polisi pun mengamankan barang bukti berupa sebuah tas hitam, 11 lembar bon faktur perusahaan tempatnya bekerja, satu unit Hp dan satu unit motor yang digunakan.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 220 jo Pasal 242 KUHPidana tentang Pemberian Keterangan Palsu/Sumpah Palsu dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,” tambah Mawardi.

Baca Juga  KIS Jadi Salah Satu Syarat bagi Pencari Kerja 

Dirinya pun mengimbau warga agar tidak memberikan laporan atau keterangan palsu kepada pihak kepolisian. Karena ini merupakan hal yang melanggar hukum.

“Kita imbau masyarakat agar tidak berikan keterangan palsu apapun kepada kepolisian karena ini melanggar hukum,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru