oleh

Bupati Aceh Tamiang Diminta Sebut dan Laporkan Oknum Penyuap Proyek dan Jabatan

-Aceh-75 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M.Kn diminta untuk dapat membuktikan pernyataanya menyangkut adanya upaya (tindakan) dugaan “penyuapan” proyek dan jabatan kepada dirinya.

“Kami mendukung bupati Mursil untuk segera melaporkan info ini kepada pihak berwajib. Ini persoalan serius, sehingga jangan sampai pernyataan beliau mengambang dan menguap tanpa ujung pangkalnya,” Demikian ungkap Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly ketika diminta tanggapannya menyangkut pernyataan Bupati yang belum genap 100 hari kerja tersebut, Senin (22/1) malam di Karang Baru.

Lebih lanjut, Sayed mengakui bahwa atas pernyataan tersebut telah membuat keresahan tersendiri dikalangan pengusaha dan pejabat di lingkungan pemkab setempat.

Ucapan petinggi itu sama halnya dengan “sabda”. Ini berarti tingkat kebenarannya 80 persen. Apalagi yang bersangkutan langsung mengalaminya, katanya.

Untuk itu, sambung Sayed, LSM Gadjah Puteh siap membantu langkah bupati guna menyelesaikan masalah ini sampai ke meja hukum sebagai pembuktian bahwa masalah ini bukan sekedar ucapan semata.

Baca Juga  Tak Puas Hasil Panen, Petani Aceh Tamiang Gunakan Pupuk Non Subsidi

“Namun, jika bupati Mursil tidak melaporkan oknum yang diduga sebagai penyuap tersebut, maka akan menjadi tanda tanya besar bagi publik khususnya masyarakat Bumi Muda Sedia,” tandas Sayed.

Pengakuan

Pengakuan yang disampaikan bupati Mursil sebagaimana dilansir di laman media online Ajnn, Senin (22/1) dengan judul :

“Bupati Aceh Tamiang: Ada Yang Antar Rp 1 Miliar Minta Proyek Sama Saya”.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil mengaku ada orang yang mengantar uang Rp 1 miliar kepada dirinya agar ke depan orang tersebut mendapatkan pekerjaan berupa proyek.‎ Namun tawaran tersebut ditolak.

“‎Setelah saya terpilih menjadi bupati, ada orang yang datang mengantar uang Rp 1 miliar ke rumah. Saat saya tanya untuk apa uang itu, orang tersebut mengatakan kami mau dapat kerjaan nanti,” kata H. Mursil saat bersilaturahmi dengan pegawai Dinas Pekerjaan Umum setempat, Senin (‎22/1) di kantor PU setempat.

Tawaran tersebut, kata H. Mursil, langsung ditolaknya karena dirinya sudah berkomitmen tidak menerima uang liar dari siapapun.

Baca Juga  Jamrud Gelar Konser di Bumi Muda Sedia

H. Mursil mengaku sudah cukup dengan gaji yang diberikan oleh pemerintah untuk kebutuhan hidupnya. Dan ia juga mengaku bekerja sebagai kepala daerah bersungguh-sungguh untuk beribadah, bukan mencari kekayaan.

Selain melobi proyek, kata H. Mursil, ada orang yang sengaja datang ke rumahnya untuk melobi jabatan kepala dinas dengan menawarkan uang ratusan juta.

“Ada lagi orang yang datang ‎ke rumah mau melobi jabatan. Uangnya ditawarkan hingga Rp 500 juta untuk jabatan kepala dinas,” kata H. Mursil.

H. Mursil mengaku terkejut dengan tingkah laku para pejabat yang ada di Aceh Tamiang. Selain melobi dirinya langsung ada juga yang melobi istrinya untuk mendapat jabatan.

“Pola lama yang melobi istri tidak kami pakai lagi. Saya sudah sepakat dengan Wakil Bupati T. Insyafuddin, istri kami tidak ikut campur dalam menentukan pejabat,” sebut H. Mursil seraya menyebutkan lima tahun ini tidak ada yang namanya lobi-lobi. (*)

Komentar

Berita Terbaru