oleh

Bupati Amru Larang Perayaan Tahun Baru di Gayo Lues

PENANEGERI, Gayo Lues – Dianggap tidak bermanfaat dan bertentangan dengan Syariat Islam, Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru, mengeluarkan surat edaran nomor, 003/2490/2018, tertanggal 21 Desember 2018, tentang Larangan Perayaan Pergantian Tahun Baru di Kabupaten julukan Negeri Seribu Bukit itu.

Bahkan surat edaran tersebut tersebar di Grup WhastApp, termasuk di Grup WA wartawan Gayo Lues.

Dalam surat edaran itu, ada empat poin imbauan yang tercantum dalam surat tersebut, diantaranya, Kepala SKPK diminta mengintruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di unit kerja masing-masing, untuk tidak merayakan kegiatan/aktivitas malam tahun baru yang tidak bermanfaat dan bertentangan dengan Syariat Islam serta Adat Istiadat Gayo Lues. Kemudian, para Camat juga diminta mensosialisasikan larangan tersebut kepada masyarakat, melalui para Pengulu dan Khatib Shalat Jumat di wilayah Kecamatan masing-masing.

Selanjutnya, pihak Satpol PP dan WH juga diminta untuk mengawasi tempat-tempat yang kemungkinan dijadikan sebagai lokasi perayaan malam pergantian tahu baru.

“Mari kita bersama meningkatkan kepedulian dalam menegakkan Syariat Islam serta memperkokoh kesatuan dan persatuan antar umat beragama, guna memelihara perdamaian, keamanan dan ketertiban didalam kehidupan bermasyarakat,” pinta Amru dalam surat edaran tersebut.

Baca Juga  Peningkatan Komoditi Daerah, Bupati Galus Gelar Rapat

Terkait hal itu, salah satu tokoh masyarakat Kutapanjang, Ismail, menyambut baik surat edaran tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi surat edaran pak Bupati terkait larangan perayaan pergantian tahun baru, karena seperti kita lihat selama ini, perayaan pergantian malam tahun baru itu, sama sekali tidak bermanfaat. Kemudian kegiatan itu, juga bertentangan dengan Syariat Islam dan Adat Istiadat Gayo,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru