oleh

Bupati Bireuen : Kali Ini Jadwal Turun Sawah Harus Serentak

PENANEGERI, Bireuen – Untuk tercapainya peningkatan produksi dan produktivitas usaha tani, khusus tanaman padi, maka seluruh petani di Kabupaten Bireuen harus menanam padi secara serentak.

Hal itu dikatakan Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos pada pertemuan penetapan jadwal turun sawah musim tanam rendengan, program peningkatan kesehatan petani tahun 2018, di Balee Tani, Gampong Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Rabu (10/10).

“Sekarang jadwal turun sawah di Bireuen harus tetap serentak, jangan seperti dulu dulu. Kalau dulu saya lihat, di kawasan Matangglumpangdua padinya sudah kuning, sementara ke Kecamatan Jangka sendiri baru dimulai tanam padi. Jadi sekarang harus serentak menyeluruh seluruh Bireuen,” harapnya.

Begitu juga kepada petugas pintu air, juga harus ikut kebersamaan serta mampu melaksanakan tugasnya sebagai penjag pintu air.

Tujuan musyawarah menentukan turun sawah ini, tambah Saifannur untuk mengikuti aturan dan pegangan petani, baik dari benih, ketentuan buka air serta menanam secara serentak.

Di bagian lain, Bupati Bireuen meminta kepada camat di 17 kecamatan dapat menginstruksikan, menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong, membersihkan saluran air dan irigasi sebelum dilakukan pembukaan pintu air.

Baca Juga  Segi Pelayanan, Dokter dan Medis Tak Membedakan Miskin Kaya

Disamping itu, Camat harus menginformasikan jadwal turun ke sawah hasil pertemuan pada hari ini sebagai pedoman pelaksanaan penanaman pada masing-masing Kecamatan.

Saifannur juga mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selama ini telah banyak melakukan pembinaan dan memantau perkembangan petani diwilayah kerjanya masing-masing.

Sementara itu, Kadis Kepala Dinas Pertanian Bireuen, Ir. H.Alie Basyah M.Si menyebutkan, tujuan dilaksanakan musyawarah turun ke sawah ini, guna menentukan jadwal-jadwal turun ke sawah secara serentak di Kabupaten Bireuen.

Diacara ini juga tetapkan pegangan petani, baik jadwal kenduri blang, gotong royong, pembersihan saluran, pembukaan pintu air, pengolahan tanah, semai benih, penenaman hingga perkiraan masa panen.

“Begitu dengan  benih, tentu sangat berpengaruh terhadap hama wereng, juga berdampak terhadap hasil panen. Dengan turun serentak, maka dapat memantau dan mencegah serangan hama wereng terhadap tanaman padi,” sebutnya.

Acara itu turut hadir Wakil Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani SH M.Si, unsur Forkopimda, unsur Forkopimcam, kepala dinas, badan dan kantor.

Disamping itu mantri tani, penyuluh, mukim, para Keuchik, Tgk Imum juga petani di Kemukiman Cot Bada, Kecamatan Peusangan.

Komentar

Berita Terbaru