oleh

Bupati Bireuen : Mobil Dinas Bawa Keluarga Hari Libur itu “Haram” Bila Tanpa Izin

PENANEGERI, Bireuen – Bupati Bireuen H Saifannur menilai masih banyak pegawai yang duduk di warung kopi dan tidak bekerja dengan maksimal, seharusnya ini menjadi tanggungjawab moral guna membangun Bireuen.

Untuk itu, dirinya menekankan, bagi setiap pegawai yang masih keluyuran, di warung-warung, maka itu tugas Pak Sekda agar membuat surat teguran, termasuk camat.

“Begitu juga kepala dinas, kalau Sabtu atau Minggu itu menggunakan fasilitas negara seperti kendaraan dinas, bawa keluarga jalan-jalan. Itu sebenarnya di luar dinas. Sejatinya itu tidak boleh, haram. Sebab tanpa ada izin, karena bukan saat dinas. Kalau minta izin maka perlu izin saya dan masyarakat, karna itu uang rakyat,” jelasnya dalam Musyawarah Forum Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Bireuen, Tahun 2019, di Aula Setdakab Lama, Bireuen, Senin (11/3).

Selama ini, banyak juga pejabat atau kepala dinas yang suka dan memaksa diri keluar daerah, agar dapat uang tambahan, ini juga gejala yang kurang bagus.

“Tapi saya sudah berulangkali menegur, tapi masih juga terjadi hal yang kurang bagus. Ada juga kadis yang eggan menjumpai saya, sekedar melaporkan kegiatannya. Entah takut karena saya minta sesuatu. Entah saya juga kurang tahu,” pungkasnya.

Baca Juga  Arus Padat, Pelintas Terjebak Macet di Bundaran Simpang Empat Kota Bireuen

Tiga tahun kedepan Kabupaten Bireuen butuh anggaran sebesar Rp 3 triliun lebih, guna menunjang seluruh aspek pembangunan, baik pendidikan maupun kesehatan.

Pendidikan dan kesehatan menjadi skala prioritas utama, disamping pembangunan lainnya. Sementara tahun ini, anggaran Bireuen sebesar Rp 1,9 triliun dan hampir Rp 2 triliun.

“Tetapi sebagian besar anggaran itu terserap untuk kebutuhan pegawai yang cukup banyak, ditambah keperluan lainnya,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru