oleh

Bupati Bireuen : Pembangunan Ruko, Setiap Tahun Lahan Sawah Produktif Hilang di Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Bila adanya peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman padi, maka suatu keberhasilan di dunia pertanian di Kabupaten Bireuen, dan ini merupakan upaya mendukung program nasional swasembada pangan.

Hal itu dikatakan Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos saat membuka pertemuan, penetapan jadwal turun sawah musim tanam Rendengan Tahun 2019, di Kompleks Meunasah Gampong Blang Dalam, Kecamatan Jeumpa, kabupaten setempat, Kamis (17/10).

“Namun belakangan ratusan hektare areal sawah produktif hilang di sepanjangan jalan nasional Medan-Banda Aceh, hal ini terjadi akibat adanya pembangunan Ruko,” katanya.

Untuk itu, Saifannur meminta kepada Sekda agar melakukan telaah kembali bila adanya lahan sawah produktif yang akan dijadikan ruko maupun pembangunan di daerah, sehingga lahan sawah tidak hilang.

Dibagian lain Saifannur juga meminta, agar lahan tadah hujan untuk tetap dilakukan penanaman padi disaat ada hujan, dan sebaliknya di musim kemarau dapat ditanami tanaman lain seperti jagung.

“Untuk meningkatnya produksi gabah di Bireuen, pemerintah daerah juga telah melakukan upaya dengan melakukan cetak sawah baru di Pante Peusangan, Juli, Bireuen,” sebutnya.

Baca Juga  Beda Nama di Dukumen, Berkas Calon Anggota DPRK Bireuen Dikembalikan dari Provinsi

Bupati Saifannur juga menegaskan, dengan adanya musyawarah ini, maka dapat memantapkan langkah-langkah dan jadwal turun kesawah secara serentak di Kabupaten Bireuen.

“Camat juga saya tegaskan dapat mengaktifkan gotong royong, sehingga saluran air dapat difungsikan dengan baik, sebab budaya gotong royong khusus bagi petani di kecamatan sudah mulai pudar, maka harus dilakukan, termasuk warga lainnya,” harap Saifannur.

Sementara itu, Kadis Pertanian Bireuen, Muhammad Nasir SP, MSM dalam laporannya menyebutkan, pertemuan penetapan jadwal turun ke sawah merupakan kegiatan rutian setiap tahun yang dilaksanakan dua kali.

Untuk jadwal turun sawah sendiri ditetapkan mulai kenduri blang/gotong royong dan pembersihan lahan sesuaikan dengan keadaan setempat, pembukaan pintu air irigasi akan dimulai 21 Oktober.

“Pengolahan tanah mulai 1 sampai 15 Nopember dilanjutkan dengan semai benih 16 hingg 30 Nopember. Lalu masa tanam 1 hingga 23 Desember dan terakhir penutupan pintu air berkisar pertengahan Maret 2020, dan panen diperkirakan akhir Maret 2020,” terangnya.

Komentar

Berita Terbaru