oleh

Bupati Rita Bantah Terima Suap

PENANEGERI, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, membantah menerima suap dari Direktur PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto alias Abun, sebesar Rp 6 miliar untuk melancarkan proses perizinan.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari menyangkal sangkaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan dirinya menerima suap terkait izin perkebunan kelapa sawit kepada PT Sawit Golden Prima (SGP).

Bupati Rita justru membenarkan pernyataan Heri Susanto Gun alias Abun yang mengatakan transferan uang kepada dirinya bukan gratifikasi seperti yang dituduhkan KPK, tapi murni jual beli yang sah diantara mereka, yaitu jual beli emas.

“Atas nama keadilan dan kebenaran yang semoga masih ada di negeri ini. Saya berani sumpah apapun, bahwa ini jual beli emas,” tulis ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini lewat akun Facebook Rita Widyasari, Rabu (4/10).

Sedangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan Heri Susanto Gun alias HS alias Abun sebagai tersangka dalam dugaan gratifikasi perizinan perkebunan sawit PT Sawit Golden Prima (SGP).

Pada Selasa (3/10) kemarin, Abun telah membantah adanya gratifikasi terkait perizinan sawit PT SGP.

Menurutnya, pemberian uang kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari merupakan jual beli emas.

“Saya hanya bisa jelaskan, bahwa itu hanya jual beli emas. Hal ini juga sebenarnya, sudah pernah diperiksa KPK, yang saat itu pimpinan KPK sebelumnya. Semua saksi juga sudah diperiksa. Jadi, saya minta kalau bisa, keadilan yang Maha Kuasa, bagaimana terjadinya, kami terima sajalah,” ujar Abun kepada wartawan di Kota Samarinda, Selasa (3/10).

Abun mengatakan pada tahun 2010 lalu dirinya membeli emas 15 Kg milik Rita seharga Rp 6 miliar lebih. Menurutnya, jual beli itu dilakukan legal, dan ditransfer lewat bank.

“Makanya, hal ini juga sudah saya jelaskan ke pimpinan KPK lama. Hasil pemeriksaannya juga masih ada. Saat itu ada pemeriksaan dari Dinas Perkebunan hingga Dinas Pertanahan,” katanya.

Untut itu Abun menyatakan, bahwa pemberian uang kepada Bupati Kukar Rita Widyasari bukanlah gratifikasi, melainkan murni jual beli emas, dan bahwa total uang Rp 6 miliar tersebut, seluruhnya untuk transaksi jual beli emas.

“Iya. Itu (uang Rp 6 miliar) adalah jual beli emas. Tak ada hubungannya (dengan PT SGP). Makanya, hal ini juga sudah saya jelaskan ke pimpinan KPK lama. Hasil pemeriksaannya juga masih ada. Saat itu ada pemeriksaan dari Dinas Perkebunan hingga Dinas Pertanahan. Saya tak pernah ikut campur dalam kepengurusan itu. Semuanya sudah jelas,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *