oleh

Bupati Rita Widyasari Ditahan di Rutan KPK yang Baru

PENANEGERI, Jakarta – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Rita ditahan di Rumah Tahanan cabang KPK di Kavling K4 gedung KPK, Jakarta.

“Tersangka RIW (Rita Widyasari) ditahan di Cabang Rutan KPK Gedung Merah Putih di Kavling K4,” terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi keterangan kepada wartawan, Jumat (6/10).

Selain menahan Bupati Rita KPK juga menahan Komisaris ‘PT Media Bangun Bersama’ bernama Khairudin (inisial KHR) yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Khairudin ditahan di rutan berbeda yakni di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, kedua tersangka tersebut ditahan di Rutan terpisah.

“RIW (Rita Widyasari) di Cabang KPK di Kavling K4, KHR (Khairudin) di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Keduanya ditahan 20 hari pertama,” kata Febri di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Komisaris ‘PT Media Bangun Bersama’ Khairudin ditahan KPK di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur. Sementara Bupati Ritaditahan di Rutan (Rumah Tahanan) yang baru diresmikan KPK, di Kaveling K4 gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

“Keduanya ditahan 20 hari pertama,” kata Febri di Jakarta, Jumat, (6/10).

Penahanan terhadap Rita dilakukan setelah Bupati Kutai Kartanegara itu menjalani pemeriksaan di KPK. Diketahui sebelumnya, Bupati Rita Widyasari (RIW) dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (PT MBB), Khairudin (KHR) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bupati Rita Widyasari yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur tersebut diduga secara bersama-sama dengan Komisaris PT MBB, Khairudin menerima gratifikasi sebesar 775 Ribu Dollar Amerika atau setara Rp 6,975 miliar.

Dalam kasus ini, Rita terjerat pasal berlapis, yakni soal suap dan gratifikasi. Dia juga diduga menerima suap Rp 6 miliar dari Hery Susanto Gun selaku Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP).

Dugaan gratifikasi tersebut berkaitan dengan pengurusan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara dalam kurun waktu Rita menjabat ‎sebagai Bupati Kutai Kartanegara.

Atas perbuatannya, Rita dan Khairudin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *