oleh

Cabuli Enam Siswi SD, Polresta Banda Aceh Ringkus Oknum Guru Kontrak 

PENANEGERI, Banda Aceh – Polresta Banda Aceh berhasil meringkus seorang oknum guru kontrak yang mengajar disalah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, berinisial S (39).

Oknum guru yang tercatat sebagai warga Gampong Asoe Naggroe, Kecamatan Meraxa, Kota Banda Aceh itu diduga kuat telah melakukan pencabulan terhadap enam orang siswinya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq serta Kasubbag Humas, Ipda Zulfikar dan Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani, saat menggelar konferensi pers, Rabu (27/11) menuturkan, tersangka ditangkap Jumat (22/11) lalu.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa sepasang seragam sekolah, selembar celana dalam anak warna hitam dan selembar uang pecahan senilai lima ribu. Polisi juga menguatkan bukti dengan hasil visum dari dokter.

“Korban yang merupakan murid tersangka, rata-rata berusia antara 8 hingga 12 tahun dan pencabulan itu dilakukan tersangka di ruang belajar serta kamar mandi sekolah,” ungkapnya di Mapolresta Banda Aceh.

Dijelaskan Kapolresta, kejadian itu terungkap, setelah salah satu keluarga korban melapor ke polisi pada, Kamis (21/11) lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku membujuk rayu para korbannya dengan mengiming-imingi akan diberikan uang jajan. Namun, sebagian korban juga dicabuli pelaku dengan paksaan. Korban dicabuli saat ke kamar mandi dan di ruang belajar.

Baca Juga  Polres Aceh Utara Bekuk Dua Pemilik Sabu di Baktiya Barat

Kapolresta menceritakan, salah satu kronologis pencabulan tersebut yakni pada saat pelajaran bacaan dan hafalan kitab. Sekitar 20 menit pelajaran telah usai, tersangka duduk di samping salah satu korbannya dengan posisi bangku paling belakang.

Lalu, tersangka menyuruh salah satu korban untuk membaca dan menghafal kitab dan pada saat itulah pelaku melakukan aksi jahatnya. Saat melakukan aksi bejatnya itu, pelaku berbisik ke telinga korban agar tak melapor ke pihak keluarga tentang apa yang telah dilakukan.

Lanjut Kapolresta, saat jam pelajaran telah berakhir, korbanpun ke kamar mandi. Namun, ternyata tersangka  juga mengikuti korban. Saat di kamar mandi, pelaku menggendong korban sambil mengatakan “Cuci dulu”, selanjutnya pelaku menurunkan korban dan keluar dari kamar mandi sambil berkata pada korban “Besok lagi ya”.

“Tehadap korban lainnya, tersangka juga melakukan pencabulan, tapi dilakukan pada hari yang berbeda dan dilakukan pada saat berlangsungnya jam pelajaran,” ungkap Kapolresta.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 ayat 2 dan 3 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman kurungan minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. Karena pelaku merupakan seorang pengayom dan pendidik, maka hukumannya ditambah dengan 1/3 hari hukuman pokok,” pungkas Kombes Pol Trisno Riyanto.

Komentar

Berita Terbaru